Aksi Mahasiswa Yang Positif
Aksi Mahasiswa, apa yang ada di benak anda jika mendengar hal itu? Mungkin sebagian besar dari anda akan terpikir sebuah demo, aksi turun ke jalan, bawa spanduk berisikan tulisan macem2 beraneka warna. teriak-teriak yel-yel, saut sautan, dan bahkan ada yang melakukan aksi anarkis dan merusak. Argh , apakah mahasiswa yang katanya adalah seorang intelektual tidak bisa menyampaikan pendapatnya melalui cara yang lebih sehat? Atau bahkan mahasiswa yang teriak-teriak itu tidak tau apa tujuan mereka dan hanya ikut-ikutan teriak-teriak di jalanan? Apakah mahasiswa hanya bisa memprotes tanpa memberi solusi yang kongkrit?
Ternyata anggapan saya di atas tidak sepenuhnya benar, saya baca dari sini. Ternyata ada juga mahasiswa yang mengutarakan pendapatnya melalui aksi yang positif. Mereka melakukan aksi protes kepada SBY-JK dengan membagi-bagikan beras. Kegiatan seperti ini menurut saya lebih baik daripada aksi turun ke jalan, teriak2 ndak jelas, bahkan ada yang ikut2an teriak tapi nggak tau apa yang diteriakkan. Kegiatan bagi-bagi beras ini juga bisa menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya “ahli” dalam teriak2 , tapi mahasiswa juga bisa memberikan suatu kegiatan kongkrit untuk masyarakat kecil. Hayuk hayuk, para mahasiswa dari manapun, mari kita contoh kegiatan mereka ini, melakukan aksi protes dengan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kalau kata orang Sunda, jangan H2C (Hayuk Hayuk Cicing), hehehe… :p
Saya sendiri belum pernah ikut demo atau aksi2 turun ke jalan walaupun udah pernah diajak. Tapi yang sampai saat ini menjadi pertanyaan saya, apakah aksi atau demo itu memberikan hasil yang kongkrit? Menurut saya aksi seperti itu malah menimbulkan masalah seperti memacetkan jalanan, mahasiswa harus bolos kuliah untuk demo, bahkan bisa sampai merusak jika terjadi bentrokan.
Yah, seharusnya mahasiswa bisa melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat daripada melakukan aksi, demo, atau teriak2 yang ga jelas. Seharusnya mahasiswa bisa memberikan sesuatu yang lebih kongkrit sebagai “problem solver” , bukan menambah masalah.
Hhhhhhh, mungkin saya masih termasuk mahasiswa yang belum kongkrit, saya hanya bisa menulis dan berkata-kata melalui blog ini, saya belum bisa bertindak sebagai “problem solver” untuk bangsa ini. Tapi setidaknya, saya tidak mau untuk melakukan tindakan anarkis yang merusak. Daripada demo, teriak2 ndak jelas, mending di depan komputer, nulis di blog, hehehe…

Setuju bgt Ga..
mahasiswa skrg mdah trprovokasi dan dlm pnympaian aspirasi nya cendrung anarkis liat aja tuh di brita2 byk bgt
kaum intelek kok brpikir anarkis,
skrg masalah dri smua ini apa yak?
ksalahan sistem kah atau emg moral bangsa ini emg udah hancur bgt..
panjang amat, ntar aja ah komennya…
ada pesan buat mahasiswa yang selalu meneriakkan idealisme….tolong jangan teriakkan idealisme kalian jika kalian belum yakin idealisme kalian akan kalian bawa sampe mati….apa idealisme seorang mahasiswa ini akan tetap kalian bawa ketika anda jadi pejabat,wakil rakyat atau yang lainnya…seperti lagu Ebit G Ade coba tengok ke dalam dulu sebelum bicara…
saya seorang mahasiswa yang apatis…tapi saya punya alasan dengan keapatisan saya yang alasan itu tidak dimengerti teman2 kampus saya…itu lebih baik daripada menjadi mahasiswa yang menggembar-gemborkan idealisme yang omong kosong…seandainya mahasiswa jaman kakek kita atau bapak kita memegang idealismenya negara kita gak akan jadi kayak gini coy!!!!sing penting tertib ojo jotos-jotosan mas yo!
ORANG ORANG YANG PALING MERUGI ADALAH ORANG ORANG YANG APATIS………….
mahasiswa adalah pemikir pejuang, elemen perubah. tindakan apatis adalah tindakan mati. orang apatis adalah orang yang menggap pemikiran dengan sempit.
@INDRA
tolong jangan memakain huruf kapital semua ya! Tidak sopan…!!!
Menjadi apatis atau tidak terhadap sesuatu itu pilihan kan? Terserah anda mau menganggap apa. Yang penting dia tidak merugikan orang lain! Daripada orang yang berteriak tentang idealisme mahasiswa tetapi malah merusak dan merugikan, menurut saya orang yang jauh lebih merugi.
Kalau menurut kitab suci Al-Qur’an:
Apakah anda termasuk yang merugi atau tidak?
@deden
memang benar mahasiswa adalah pejuang, elemen perubah. Tetapi apakah mahasiswa sekarang telah melaksanakan tugas utamanya sebagai mahasiswa? Apakah mahasiswa sekarang telah memberikan kontribusi nyata? Mari berkaca dulu bung..!! Apakah anda sudah berkontribusi nyata?Jangan sok2 berteriak tentang idealisme kalian jika kalian sendiri belum bisa berkontribusi nyata alias hanya bisa berteriak!
Apatis atau tidak seseorang itu hak dia, asal dia tidak merugikan orang lain.
Sepertinya INDRA dan deden ini berasal dari daerah dan universitas yang sama atau bahkan fakultas yang sama?
di cek aja ip addressnya ngga!:)