A Story About…

Just an Ordinary Person

Ctrl + Z

Masih berkaitan dengan postingan saya yang ini. Yaitu tentang waktu

Yesterday is history, tommorow is mistery, today is a reality!

Yah, memang masa yang telah berlalu tidak akan bisa kita ubah. Sesuatu yang telah terjadi di masa lampau hanya akan menjadi kenangan, lebih berharga jika dijadikan pelajaran. Yang harus dilakukan saat ini adalah bertindak untuk saat ini, dan merencanakan masa depan. Merencanakan masa depan ini sangat penting, karena gagal dalam merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan. jika kita telah gagal di masa lalu, kita tidak bisa kembali ke masa tersebut dan menghindari kegagalan tersebut, kita tidak bisa menekan “CTRL + Z” dalam hidup ini. Yang bisa dilakukan hanya menekan “ENTER” , “NEXT“, memilih antara “Custom” atau “Standard“. “System Restore” juga tidak ada dalam kehidupan nyata ini.

Maka pikirkanlah segala sesuatu yang akan dilakukan sebelum bertindak. Customize semua yang kita lakukan, jangan hanya next next dan next. Akrabi hati nurani kita yang tidak pernah bohong akan baik buruknya suatu perbuatan. Dekatkan diri kepada Sang Pencipta agar mendapatkan petunjuk tentang customisasi yang benar dalam hidup ini.

Berikut copy paste dari artikel seorang dosen:

Masa lalu adalah masa kini yang telah berlalu. Masa kini adalah masa lalu nya masa yang akan datang. Apakah masa yang akan datang akan menjadi masa lalu? Adakah suatu masa yang tidak akan menjadi masa lalu? Jika kita percaya , dan fitrah kita mesti percaya. Masa yang akan datang akan diawali oleh apa yang disebut sebagai kiamat lalu kita dibangkitkan dan akan mengikuti hari pengadilan di saat itu kita mesti mempertanggungjawabkan semua perkataan dan perbuatan kita di saat kita tak bisa lagi menyentuhkan jari kita di kunci Control-Z komputer kita.

hmmmm, jadi agak merinding ketika membaca kalimat “hari pengadilan”. Bisakah kita mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita?

di bawah ini dari blog dosen yang lainnya, berlawanan dari yang tadi, yang ini agak kocak.

Di sebuah kisah… (terinsipirasi dari sebuah percakapan gak penting).

Pemuda: Dik, aku harus menghapus masa lalu kita.
(menekan tombol delete)
Pemudi: Tidak bisa mas! Enak aja!
(menekan control-Z, undo)

Maka terjadilah lomba menekan tombol delete dan control-Z. :)

Hmmmm, kalo yang di atas ini kayanya ndak mungkin terjadi, hehehe…

Yah, yang jelas, kita tidak bisa memutar waktu kembali, kita tidak akan pernah bisa menekan “CTRL + Z” dalam keyboard kehidupan kita, tombol itu terkunci untuk selamanya…

Hmmmm, cukup deh postingan iseng2 ini, hehehe… :D

May 19, 2008 Posted by Angga | Corat-Coret, The Way of Life | | 3 Comments

BBM naik, BLT jadi solusi…??

Katanya, BBM itu bersubsidi, tapi apakah BBM bersubsidi ini sudah tepat sasaran? kenyataanya, yang dapat BBM bersubsidi itu kok banyak orang ya?Termasuk orang2 kaya juga. Orang2 yang mampu membeli mobil mewah dengan velg racing, motor modif, dsb juga bisa membeli BBM bersubsidi tersebut. Hmmm, mengapa ini bisa terjadi? (sampe ada temen yang kesel nih, ada di sini, hehehe).

Akhir Mei ini pemerintah berencana untuk menaikkan harga BBM(lagi). Sudah jelas, penolakan akan terjadi di mana-mana. Penolakan terjadi dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa yang hobinya demo tanpa memberi solusi kongkrit -_-” . Kenaikan harga BBM ini pasti akan diikuti dengan kenaikan harga-harga kebutuhan lainnya, yaaahhh klasik itu mah…

Kenaikan harga BBM ini katanya dikarenakan harga minyak dunia semakin naik. Yah, kayanya itu alasan klasik. Dan menurut saya, harga minyak dunia memang tidak akan pernah turun, lha wong barangnya aja semakin langka, minyak dunia semakin hari semakin habis, dan barang yang semakin langka tentu saja akan semakin mahal, tidak mungkin barang langka harganya semakin menurun. Bisa dikatakan bohong kalau ada yang bilang harga minyak dunia akan turun. Kecuali jika orang tidak memakai minyak bumi lagi untuk bahan bakar sehari-hari, dan minyak bumi tidak dipakai oleh manusia lagi.

Dengan alasan itu, pemerintah menaikkan harga BBM, dan pemerintah menawarkan solusi berupa BLT (Bantuan Langsung Tunai) untukmasyarakat tidak mampu yang terkena dampak dari kenaikan harga BBM. Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah solusi ini efektif dan efisien? Coba tengok ke belakang ketika pertama kali BLT ini dioperasikan, apakah tepat sasaran?Masih banyak masyarakat miskin yang belum menerima bantuan, ada yang menerima bantuan hanya beberapa bulan saja. Masih ada juga BLT yang “terpotong” di jalur pendistribusiannya, entah siapa yang bertanggung jawab atas pemotongan ini.

Menurut pandangan pribadi saya, BLT ini belum menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Selain masih banyak kebocoran di sana sini, banyak yang tidak mendapatkan bantuannya, entah BPS yang salah ketika survey, atau apa yang salah saya juga belum tahu. Selain itu, dengan BLT pemerintah tidak memberikan bantuan yang sifatnya dapat membuat masyarakat menjadi mandiri, pemerintah hanya memberi “ikan” , tidak memberi “pancing” yang dapat digunakan untuk mencari ikan. Jika ikan yang diperoleh masyarakat dari pemerintah itu habis, mereka hanya menunggu ikan itu datang lagi dari pemerintah. Alangkah baiknya jika pemerintah dapat memberikan “pancing” kepada masyarakat sehingga mereka dapat mencari ikan untuk kebutuhan mereka sendiri.

Apakah sekarang solusi ini akan digunakan lagi ketika BBM naik akhir Mei nanti?Kita tunggu tanggal mainnya saja (macem kata2 pakar “palsu” telematika yang sering disebut-sebut namanya, “tunggu aksi saya”, hahaha).

Yah, ini hanya pendapat seorang manusia biasa yang juga belum bisa memberikan solusi kongkrit, hanya bisa berkoar lewat tulisan semata…

May 19, 2008 Posted by Angga | Corat-Coret | | 5 Comments