A Story About…

Just an Ordinary Person

BBM naik hari ini

Hari ini, tepat pukul 00.00 , harga BBM naik. Harga Premium yang biasanya 4.500 rupiah menjadi 6000 rupiah. Semalem, waktu saya mau isi bensin, kira-kira pukul 22.00 , antrian yang terjadi di SPBU gila, panjang benerrr…!! Akhirnya saya batalkan niat untuk isi bensin, hehehe.

Apa yang dilakukan pemerintah ini berlawanan dengan yang pernah diungkapkan Presiden SBY. Nggak mau banyak omong, untuk yang penasaran pernyataan apa itu, silahkan klik di sini. Tentang pernyataan ini, yaaaa no comment lah, hehehe. Memang susah sih jadi Presiden, harus ngurusi orang sebegitu banyaknya, belum lagi tekanan tekanan dari rekan politiknya di lembaga pemerintahan lainnya. Yaah, susah pokoke jadi presiden. Jadi pemimpin keluarga saja udah cukup bikin pusing (padahal belum jadi pemimpin keluarga, lha belum nikah, hahaha), apalagi jadi pemimpin negara :D. Yah, untuk mahasiswa yang suka protes, suka demo dan tereak2 ndak jelas, coba suruh jadi presiden, pasti tambah kacau nih negara, hahaha… ^_^

Yah, sebagai konsumen yang belum bisa memberi solusi kongkrit, saya cukup berusaha berhemat saja deh, nggak usah sering2 pake motor untuk hal2 yang nggak perlu, hehehe. Mari berhemaaatt…!! :D

May 24, 2008 - Posted by | Corat-Coret

29 Comments »

  1. Cobalah anda memandang persoalan dengan hati nurani. eksistensi anda sebagai manusia tentunya tak lepas dari keberadaan manusia lain di bumi ini. jikalau anda bisa menghemat (mungkin karena sebelumnya anda tidak pernah kekurangan), cobalah pikirkan masyarakat kalangan bawah yang tentunya sangat manderita karena sebelumnya saja sudah menderita akibat harga yang cukup tinggi. jika anda masih punya nurani, saya yakin anda akan berusaha mencari solusi dan minimal berteriak berempati terhadap kondisi bangsa dan masyarakat kita.
    tugas mahasiswa adalah sebagai kekuatan moral untuk mengingatkan penguasa akan kebijakan2nya, tentunya yang diteriakkan bukan tanpa solusi karena ketika turun ke jalan pun sudah memiliki segudang solusi yang ditawarkan, tapi yang terjadi adalah pemerintah semakin tuli terhadap kondisi dan suara mahasiswa, sehingga wajar jika mahasiswa ingin diperhatikan setiap usulnya dengan aksi turun ke jalan, sy yakin anda tak pernah mengkaji, mungkin karena anda adalah tipe mahasiswa individual yang mengutamakan 3k (Kamar, Kampus, Kampung). maaf jika tersinggung karena saya sengaja ingin menyinggung anda. jika anda kaum intelek, saya yakin anda akan membuka hati nurani anda. namun, entah jika anda memang hanya berpura2jadi intelek!!! Wallahu alam….

    Comment by Dede Asep | May 24, 2008 | Reply

  2. @Dede Asep
    Jangan banyak omong bos..

    Situ bisa ngomong gitu kalo situ ada kontribusinya..Sekarang mana?Mending ada mengkritik daripada semua orang cuman omong doang kaya situ..

    Comment by scooterboyz | May 24, 2008 | Reply

  3. Yang tidak intelek yang protes. Silakan anda lihat di-TV, kampus-kampus mana saja yang demonstrasi mengenai kenaikan BBM. Saya tidak melihat jajaran kampus-kampus terbaik melakukan demonstrasi. Lebih baik melakukan aksi konkrit jangka panjang, rebuilding Indonesia. Ngomong2, boleh tahu apa yang telah anda lakukan untuk Indonesia pak Dede ? Atau hanya ikut prihatin ? Prihatin tanpa solusi = NULL.

    Comment by Wildan | May 24, 2008 | Reply

  4. mungkin karena anda adalah tipe mahasiswa individual yang mengutamakan 3k (Kamar, Kampus, Kampung). maaf jika tersinggung karena saya sengaja ingin menyinggung anda. jika anda kaum intelek, saya yakin anda akan membuka hati nurani anda. namun, entah jika anda memang hanya berpura2jadi intelek!!! Wallahu alam….

    Wah2, tenang Bung Dede. Saya memang sebenarnya kurang setuju terhadap kenaikan harga BBM ini, tapi ini memang sangat masuk akal kalau melihat harga BBM di pasar internasional yang kian menggila. Saya rasa pemerintah sudah berusaha memberi solusi yang terbaik.

    Saya rasa, tidak seharusnya kita menyalahkan kondisi yang ada, tapi bagaimana dengan kondisi yang ada ini kita bisa berbuat sesuatu. Tampaknya ini memang karakter orang Indonesia yang hanya mau menyalahkan kondisi, tanpa mau memikirkan apa yang bisa kita lakukan dengan kondisi saat ini.

    Saya rasa, setiap mahasiswa punya cara sendiri2 untuk mengungkapkan kritikan untuk pemerintah. Jangan anggap mahasiswa yang diam saja itu tidak melakukan apa2…

    -Regards-

    Comment by KnightDNA | May 24, 2008 | Reply

  5. Sungguh sangat menggemburakan jika gelitikan2 yang dilontarkan tidak ditanggapi dengan kepala dingin. namun, itulah masyarakat kita yang lebih mengedepankan ego dibanding kepentingan bersama. memang yang anda katakan bahwa smua peduli dengan kondisi kenaikan BBM, lantas menghujat cara2 yang dilakukan oleh mahasiswa dengan demo?? mungkin itulah salah satu bentuk nyata keprihatinan mahasiswa, sy juga mahasiswa bung!!!
    Ok, kita diskusi secara terbuka:
    kalau menurut saya, BBM belum selayaknya dinaikan di negara kita, mengingat daya beli masyarakat yang masih sangat rendah. ingat kan kalau naiknya BBM berimbas pada kenaikan harga semua komoditi??? akibatnya yang miskin akan semakin miskin bahkan semakin banyak yang miskin mati kelaparan akibat tidak bisa membeli komoditi pokok sehari-hari.
    apakah anda tahu kenapa BBM dinaikkan???
    1. Memang harga minyak dunia naik, namun bukankah negara kita adalah negara penghasil minyak bumi??? kalau bahasanya SDM yang belum bisa diandalkan, maka bukankah kenaikan harga minyak juga akibat kenaikan bahan2 mentahnya, yang notabene salah satunya dari Indonesia?? seharusnya kan seimbang!!! Kalau memang kita masih belum bisa memutuskan, kenapa tidak keluar saja dari tirani organisasi minyak dunia (OPEC)?
    2. Kenaikan BBm dngan alasan menutupi anggaran. apakah anda tahu berapa APBN dan anggraan terbesar untuk apa???
    APBN kita sekitar 800 trilyun rupiah pertahun. sekitar 450 trilyun rupiah digunakan untuk membayar hutang luar negeri. padahal siapa yang menghabiskan hutang luarnegeri??? koruptor bukan??? kalo begitu kenapa bukan sita saja harta koruptor untuk melunasi hutang itu?? jika 800 trilyun digunakan untuk kehidupan bangsa, tanpa dinaikkan BBM pun akan mencukupi. jadi ironis kan kalau membayar hutangnya koruptor menggunakan uang rakyat dengan jalan menaikkan BBM??
    3. kalau memang mau mensejahterakan rakyat, kenapa tidk diatur saja bahwa pajak barang-barang mewah lebih ditingkatkan??? supaya tidak terjadi kesenjangan yang lebih besar kan??
    4. Aset-aset bangsa banyak yang dikuasai swasta asing atau lokal, padahal itu menjadi sumber devisa yang cukup besar. jadi kenapa tidak menasionalisasi aset-aset bangsa saja???
    5. SDA Indonesia yang kaya seharusnya lebih digiatkan untuk kemajuan bangsa, iya kan??
    6. adanya BLT dengan kondisi aparat pemerintahan seperti sekarang ini merupakan ladang empuk untuk korupsi, dan sekali lagi masyarakat yang semakin menanggung deritanya.
    Itulah beberapa alasan dari 85 alasan sebelum menaikkan BBM yang telah kami sampaikan ke pemerintah, namun pemerintah sampai saat ini masih tuli dan lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri.

    insyaallah, Yakin Usaha Sampai

    Comment by Dede Asep | May 24, 2008 | Reply

  6. Mas Dede,

    Prihatin? Lantas dengan prihatin pendemo bisa apa? Membakar ban menggunakan BBM ? Menurut saya itu adalah pikiran pendek yang lebih mementingkan ego. Saya akan coba jawab satu persatu.
    1. Memang Indonesia adalah negara penghasil Minyak Bumi. Tapi indonesia telah mengalami penurunan produksi minyak bumi sejak 8 Tahun lalu. Siapakah yang menjadi pemerintah saat itu? Tentunya mereka yang lebih bertanggung jawab daripada pemerintah saat ini.
    2. Betul, tapi apakah anda tahu berapa jumlah yang harus disubsidi oleh pemerintah hanya untuk BBM ? Sekitar 120 trilyun dengan keadaan $90 per barrel. Jika harga minyak dunia 120$, silakan hitung sendiri berapa defisitnya.
    3. Peningkatan pajak menjadi salah satu solusi yang akan dilaksanakan setelah kenaikan BBM, diantaranya adalah Pajak Kendaraan.
    4. Memang betul. Tapi ambil saja contoh PT Telkom. Persentase pendapatan yang dihasilkan tidak sebanding dengan penerimaan Negara.
    5. Silakan anda cari informasi mengapa Pengusaha Migas lokal lebih banyak mengeksplorasi di negara asing.
    6. Ini adalah pikiran negatif kita yang tidak percaya akan sesuatu. Jika anda pernah melihat wawancara seorang kades di TV. Mindset sudah di-set bahwa jika ada aliran dana pasti dikorupsi. Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar wawancara yang sangat menarik terebut.

    Korupsi tidak ada apa-apanya dibanding dengan masalah kejujuran. Saya rasa inilah yang harus dibangun oleh para pelajar seperti kita. Sudahkah kita bersih ? Tidak pernah korupsi nilai dengan contek sana-sini. Apakah mahasiswa pendemo anti korupsi tidak pernah lirik kanan lirik kiri saat ujian? Bagi saya, mencontek adalah salah satu tindakan korupsi yang menjadi modal bagi calon koruptor di masa yang akan datang.

    Comment by Wildan | May 24, 2008 | Reply

  7. @Dede Asep (comment no.1)
    Mungkin cara untuk mengungkapkan keprihatinan tiap orang berbeda-beda. Saya sendiri sebenarnya prihatin dengan nasib masyarakat yang tidak mampu, namun capabilitas saya masih terbatas, jadi saya tidak mau sok2an koar2 di jalan, teriak2 turunkan harga, demo, dll. Itu bukan solusi, tapi masalah baru!!
    Tugas Mahasiswa sebagai kekuatan moral…?? Menurut saya tugas utama mahasiswa adalah belajar, berkarya, dan berguna untuk bangsa. Mengingatkan penguasa? Mungkin mahasiswa bisa berposisi seperti itu, tapi dengan cara yang turun ke jalan, apakah itu bukannya menimbulkan masalah baru..?? Lihat ketika mahasiswa melakukan aksi, kebanyakan pasti macet, bisa2 ribut. Walaupun mahasiswa yang turun ke jalan punya segudang solusi, apakah solusi itu bisa anda jalankan?Mahasiswa hanya menawarkan solusi, tapi dia sendiri tidak berbuat kongkrit untuk membantu pemerintah. Coba mahasiswa membuat solusi yang bisa ia lakukan sendiri, bisa bermanfaat untuk membantu pemerintah, bukan hanya menawarkan solusi yang belum tentu mahasiswa itu bisa melakukannya. Coba kita melihat dari sudut pandang yang berbeda, jangan hanya melihat dari sudut pandang mahasiswa yang masih memiliki ego yang tinggi. Jika anda mengatakan saya mahasiswa yang tipe 3k(Kamar, kampus, kampung), mungkin ada benarnya. Daripada mahasiswa yang suka turun ke jalan, tereak2, bikin ribut. Ato mahasiswa yang hobi dugem, mabuk, dll. Mending di kamar, kampus, kampung, tapi bermanfaat. Hati nurani saya insyaAllah masih terbuka, saya prihatin dengan rakyat kecil, saya kasihan dengan mereka, dan saya berusaha menolong mereka dengan cara saya sendiri dan dengan capabilitas yang saya miliki yang menurut saya cara itu lebih bermanfaat daripada turun ke jalan dengan tereak2, tapi hasilnya NOL. Jika anda menganggap saya berpura-pura intelek, itu hak anda berpendapat, silahkan saja. Kita, termasuk saya hanya manusia yang maha SOK TAHU, bukan Yang Maha Tahu.

    @Scooterboyz
    kongkritkan juragan..!! Ndak usah tereak2, yang penting kongkrit..!! :D

    @Wildan
    Setuju…!! Wah, seleb blog kita comment… :p

    @KnightDNA
    Waktu yang telah belalu tak mungkin untuk dibeli kembali, dan sendiri bukan berarti tak peduli… ^_^

    Comment by Angga | May 24, 2008 | Reply

  8. Bung dede..

    Kalo meloihat pendapat anda,yang harus dilakukan adalah privatisasi atau nasionalisasi minyak kita,ndak usah diekspor..

    Tapi duit dari mana?

    Sekarang kalo anda tetep ndak mau dinaikkan,silakan pikir,saat APBN disetujui,harga minya dunia di kisaran $60 dan diperkirakan hingga akhir tahun ini seharga $90..Tapi sekarang anda lihat aja,berapa harga minyak dunia sekarang?$130 bos!!Mati aja kalo ga dinaikin..Mending kek sekarang dinaikin sedikit2..Daripada taun depan langsung njeglek jadi 9000 buat menutupi defisit selama tahun ini..Mual2 anda..

    Gimana?

    Comment by scooterboyz | May 24, 2008 | Reply

  9. @Dede (lagi)
    Sudah dijawab bang Wildan dan scooterboyz tuh… :D

    Sedikit tambahan saja
    1. Dengan bergabung di OPEC, Indonesia melakukan tindakan yang sesuai dengan Politik Bebas Aktif. Keluar dari OPEC? Sudah berpikir untung ruginya? Indonesia memang penghasil minyak, tapi apakah saudara tahu berapa hasil minyak Indonesia dibandingkan konsumsi-nya? Sejak tahun 2004, Indonesia menjadi net importir minyak. Produksi Indonesia lebih kecil dibandingkan dengan jumlah kebutuhannya. Maka dengan menjadi anggota OPEC, mungkin kita masih mendapatkan keuntungan, tergantung delegasi Indonesia di OPEC gimana. Jika keluar dari OPEC?Gimana pandangan politik luar negeri terhadap Indonesia?

    2. Sudah cukup terjawab dari Wildan. Untuk masalah koruptor, saya setuju kalau koruptor2 ditangkap, asetnya disita. Tapi menangkap koruptor Indonesia bukan perkara mudah, saya rasa Pemerintah sudah berusaha untuk menangkapnya, kita doakan dan dukung pemerintah saja untuk menanggulangi masalah koruptor ini. Tentang korupsi ini saya juga setuju dengan Wildan, apakah kita sudah bersih dan jujur? Apakah waktu ujian mahasiswa yang hobi demo itu tidak lirik kanan lirik kiri?apakah mereka tidak mencontek tugas2 dari dosen?

    3. Saya setuju dengan pendapat saudara dan pendapat Wildan. Peningkatan pajak bisa menjadi salah satu solusi.

    4. Semudah berbicara atau menuliskah nasionalisasi aset negara itu?

    5. Memang Indonesia kaya. Sekarang, apakah anda sudah bisa mengeksplorasinya dan menghasilkan suatu keuntungan untuk bangsa?

    6. Untuk masalah BLT, silahkan baca postingan saya sebelum ini yang judulnya “BBM Naik, BLT jadi solusi?”

    Mungkin saudara dan mahasiswa para pendemo mempunyai segudang solusi untuk pemerintah, tapi yang sekarang saya pertanyakan, apakah saudara mampu melaksanakan solusi yang ditawarkan? Apakah saudara telah melakukan solusi kongkrit sebagai contoh kepada pemerintah? Apakah saudara telah memberikan kontribusi kongkrit untuk bangsa ini? Apakah Mahasiswa hanya bisa berdemo? bikin macet jalan, bahkan yang terparah sampai berbuat anarkis waktu demo?
    Coba kita sebagai mahasiswa, berikanlah sesuatu yang lebih riil, lebih kongkrit, karya nyata kita yang berguna untuk menolong bangsa ini dan mendukung pemerintah. Apakah saudara sudah melakukannya?

    CMIIW…!!

    Comment by Angga | May 24, 2008 | Reply

  10. wah, ternyata seru debatnya. dan ternyata juga, masih banyak yang belom ngerti tentang BBM walaupun dia seorang mahasiswa yang katanya cukup intelek.
    what a life! :D

    -IT-

    Comment by irvan132 | May 24, 2008 | Reply

  11. Ehm..
    saya tidak tau apa dan bagaimana duit berputar.
    tapi yang saya tau disini:

    1. masyarakat kira BBM naik
    2. masyarakat merasa kasihan dengan kalangan menengah kebawah
    3. masyarakat merasa punya BBM karena bersumber di Indonesia

    intinya:

    1. BBM tidak naik. Subsidi yang hilang.
    2. kalo terus dikasi murah dan BLT? masyarakat semakin manja
    3. masyarakat bertindak atas dasar kepentingan dirisendiri (ego)
    4. mental indonesia yang selalu protes dan sok benar. merasa paling hebat. padahal dari kecil uda dikasi ajaran kalau kita harus rela berkorban demi pemimpin, demi negara, dan demi masyarakat umum.

    lihat kembali. coba bandingkan jumlah kendaraan di indonesia dan di negara lain. peraturan yang dilanggar. ignorance. dan banyak hal2 yang lain seperti polusi, global warming, penebangan hutan, dll.

    masih banyak sumber energi yang lain.

    coba deh.

    INTELEK buat diri sendiri dulu…

    jangan INTELEK buat orang lain dulu yang akibatnya DIRISENDIRI jadi TIDAK INTELEK.

    Comment by Bizm | May 24, 2008 | Reply

  12. ya aneh juga si di indonesia..
    makin banyak kendaraan terjual, bukan makin menguntungkan, tapi malah nambah beban baru buat pemerintah, karena tiap isi bensin minta dibayarin sebagian(disubsidi)..

    yang perlu subsidi kan sebenernya angkutan umum/nelayan/petani/pengangkut bahan pokok biar harga kebutuhan pokok tetep murah..

    ngarep banget transportasi umum yang aman dan nyaman biar gak usah beli/pake kendaraan pribadi!:)

    Comment by dhzcorner | May 24, 2008 | Reply

  13. Negara kita ini sedang sakit. Salah satu cara untuk sembuh adalah minum pil, walaupun itu pahit. Akankah kita terus menunggu sampai sakitnya semakin parah dan pil itu semakin pahit?
    Jangan seperti anak kecil, yang maunya minum permen yang manis2 :)

    Comment by hamka | May 24, 2008 | Reply

  14. @irvan132
    Seleb blog kita angkat bicara, ampun kk… :p

    @Bizm
    BBM memang naik, itu juga karena untuk mengimbangi naiknya harga minyak dunia yang mencapai $130 per barel. Subsidi juga masih tetap ada, namun subsidi ini masih belum tepat sasaran. Yang harusnya disubsidi itu orang2 macem supir angkot, nelayan, petani dan masyarakat kecil lainnya. Tapi masyarakat umum kelas menengah ke atas juga minta di subsidi, mau BBM murah! Ke Laut aja deh…!! BLT mungkin bukan solusi jangka panjang yang benar, yaaa, tapi setidaknya bisa agak meringankan beban masyarakat saat ini, tapi dilema juga sih, solusi itu tidak mendidik juga, pusing… -_-”
    Introspeksi diri masing-masing aja deh, hehehe, ndak nyambung… :D

    @dhzcorner
    Bener…!! Subsidi suka salah sasaran, masyarakat menengah ke atas juga koar2 minta BBM murah, minta mereka ikut di subsidi, malu-maluin aja. Harusnya hanya masyarakat kecil yang dapet subsidi.

    @hamka
    Ya ya ya, sudah saatnya kita minum pil pahit untuk menjadi sehat, kembali. insyaAllah…

    Comment by Angga | May 24, 2008 | Reply

  15. BBM naik, mo gimana lagi?
    kalo pantas naik, ya sudah, naik aja…
    setidaknya dengan BBM naik, jauh lebih banyak yang jalan kaki,
    jadi jumlah kendaraan di jalan berkurang, hehe…

    saia sangat tidak setuju dengan program BLT sebagai kompensasi BBM. kenapa tidak diberikan sebagai modal usaha untuk usaha kecil dan menengah?

    Comment by amd2007 | May 25, 2008 | Reply

  16. wah, wah, wah….!!!! semakin rame saja diskusi kita ya n yang punya blog, maaf bukan berarti saya yang mau jadi selebnya!! hehehehe….!!!
    dari pernyataan teman2, saya menarik kesimpulan bahwa kita semua peduli dengan kondisi bangsa. namun, cara yang kita lakukan berbeda2. OK, saya sepakat bahwa kita tidak mendebat terlebih dahulu cara yang dipake, tapi kita berargumen seputar masalahnya saja.
    Maaf, saya belum sepakat dengan beberapa pernyataan dari teman2. OK saya bahas:

    @ Wildan:
    1. Memang produksi minyak kita menurun, namun tidak terlalu drastis dan masih menjadi salah satu negara penghasil minyak mentah. perusahaan minyak dan tambang di beberapa daerah masih besar, seperti kalimantan dan Irian (sy tinggal di daerah kalimantan Bung!)
    2. Pemerintah mensubsidi BBM 120 trilyun,kalau dinaikkan dengan asumsi $120 per barrel, artinya sekitar 160 trilyun untuk BBm. bandingkan hasil subsidi tersebut dengan pembayaran hutang luar negeri 450 trilyun!!!artinya dari 800 trilyun APBN berapa untuk pembangunan kita??? anda tahu, untuk pendidikan hanya 42 trilyun, kesehatan hanya 12 trilyun. dan lain2nya. coba seandainya kita tidak bayar hutang LN, berarti 800 trilyun – 160 trilyun, yaitu sebesar 640 trilyun untuk pembangunan.
    3. semua pajak mewah harus ditingkatkan seperti kendaraan, Rumah mewah, Hotel, Rumah makan, produksi Dalam negeri harus lebih ditingkatkan dan dihargai dengan cara pajak impor yang lebih besar (strategi krisis yang dilakukan Jepang)
    4. seperti itukah??? bagaimana dengan perusahaan lain yang telah dinasionalisasi??? silakan kaji, jangan ter-over generalisasi.
    5. aturan yang tidak jelas dari pemerintah, tidak ada penghargaan terhadap tenaga lokal. mungkin salah satunya karena pendidikan kita tidak diarahkan untuk berdikari, tapi lebih mengedepankan penyatuan kita dalam sistem yang telah ada.
    6. BLT, sedikit sepakat dengan amd2007. yang harus dilakukan adalah bagaimana masyarakat bisa berdikari dan produktif, karena kalau dalam bentuk yang seperti itu rawan untuk korupsi. maklum, Indonesia Bung!!!

    benr, saya sepakat kita untuk memulai dengan hidup bersih, tidak belajar untuk korupsi. tapi anda jangan terjebak pada over generalisasi.
    Mahasiswa adalah kelompok netral (harus netral) yang memiliki niat murni untuk pembaharuan, kenapa demikian, karena tidak ada kepentingan golongan yang mengikat!!! jadi aksi yang dilakukan senantiasa demi kepentingan bersama.

    Saya mau nasih komen sama teman2 yang lain, namun jangan sampai kepanjangan, jadi saya ringkas saja dalam bentuk narasi berikut:

    Demonstrasi adalah hanya salah satu alat yang dilakukan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya. dan itu adalah jalan terakhir yang kami lakukan. kalau teman2 mengatakan banyak cara untuk menyatakan aspirasi, jadi cara apa sajakah itu? dan apakah temen2 telah berusaha menyampaikannya?? (itu pun kalau temen2 merasa peka dengan kondisi yang ada!!!)apakah hanya pasrah saja??? itu bukan solusi kawan…!!!
    Ingat: ketika ada suatu permaslahan, makaluruskan dengan tanganmu. ketika tangan tidak bisa dengan lisanmu, ketika lisan tidak bisa dengan hatimu, dan itu adalah selemah-lemahnya iman!!! jadi kawan2 ada di dimana??? ingat kawan, di daerah2 pinggiran, di daerah2 kumuh, banyak masyarakat yang berteriak dengan kondisi yang ada. apakah kawan2 pernah bertemu dan berdiskusi dengan mereka???? mereka butuh kita menyampaikan aspirasinya kawan!!! ataukah memang kawan2 tidak mau bersentuhan atau tidak mau tahu dengan mereka??? jadi siapa yang egois???? jangan mentang2 selalu berkecukupan kawan….!!! maaf, saya bisa ngomong karena saya berasal dari golongan bawah dan selalu terlibat serta berdiskusi dengan golongan bawah….!!!!!
    kalo menurut Anda , mahasiswa tugasnya hanya belajar, terus apa bedanya mahasiswa dengan siswa???? mahasiswa akan sangat diandalkan oleh masyarakat ketika terjun ke lapangan, lantas jika anda tidak berbuat apa2??? jangan sampai andalah yang akan menjadi penindas baru karena tidak bisa berbuat apa2.

    Ok, mengenai penyampaian aspirasi..!!! sebelum demonstrasi, jalan yang dipakai adalah membawa aspirasi ke pemerintah daerah dan propinsi. ke DPRD telah sering kami lakukan. ke Bupati dan Gubernur, kami selalu bolak-balik. tokoh-tokoh nasional selalu kami undang untuk berdiskusi tentang solusi bangsa. hasilnya????
    apakah kawan2 telah mencoba cara lain, sebelum menyalahkan mahasiswa yang demonstrasi????
    sekali lagi demonstrasi adalah jalan terakhir yang kami lakukan agar aspirasi mahasiswa dan masyarakat di dengar oleh pemerintah. kenapa demonstrasi??? dengan hadirnya massa pemerintah akan melihat bahwa bukan hanya kaum elit mahasiswa yang tidak sepakat, tapi banyak kalangan. seharusnya ketika banyak yang tidak sepakat, pemerintah peka. tapi nyatanya??? BBM tetap naik…!!!!
    makanya kawan2, bukan lagi saatnya kita untuk pasrah menrima keadaan, kita masih punya nurani, kita adalah kaum intelek yang bisa mengkaji kondisi..!!!
    dalam agama dijelaskan bahwa taatilah allah, rasul, dan pemimpinmu. pertanyaannya pemimpin yang seperti apa??? yang tidak peka dengan kondisi bangsa harus ditaati???? pemimpin yang seperti itu harus rela turun dari kepemimpinannya….!!!!!!!!!!

    sepakat dengan Hamka, bahwa kalau sakit harus minum pil walau sangat pahit. lantas apakah pil yang kita minum untuk kesembuhan kita harus mengorbankan yang lainnya, yang tidak tahu apa2 tentang penyakit kita???

    kalau teman2 selalu sentimentil dengan setiap usulan mahasiwa dengan cemoohan andainya mahasiswa yang jadi presiden, pasti kacau..!!! lantas siapa yang harus berperan menyumbangkan ide2 untuk bangsa kita kawan??? pemimpin yang bijak bukanlah pemimpin yang dipenuhi segudang solusi, tapi pemimpin yang mau mendengar usulan dari yang dipimpin. kenapa? karena solusi akan dijalankan secra bersama kawan. bukankah negara ini adalah negara demokrasi dengan hakikat musyawarah sebgai pengambilan keputusannya????

    maaf, terlalu panjang. masih banyak yang ingin saya sampaikan. bukan untuk menggurui, tapi kita sama2 berusaha untuk mengkaji…..!!! yakin usaha sampai, wassalam

    Comment by Dede Asep | May 26, 2008 | Reply

  17. maaf, tambahan…!!!!!
    naiknya BBM bukan hanya dirasakan oleh mereka yang berkendaraan saja. tapi efek yang lebih besar adalah harga semua komoditi / barang2 akan melonjak naik. kenapa demikian, karena dipengaruhi oleh faktor produksi dan distribusi. distribusi tentunya menggunakan kendaraan yang artinya menggunakan BBM. kalau misalnya hari ini harga barang pokok, misalnya beras Rp 4000,- perliter dengan asumsi BBM Rp 4.500,- perliter. terus jika BBM naik menjadi Rp 6.000,- perliter artinya ada kenaikan harga beras menjadi sekitar Rp 5.000,- sampai Rp 6.000,-
    Rata2 mahasiswa yang masih disubsidi orang tua. mungkin tidak akan terlalu berdampak, tapi pernah tanya sama orangtuanya??? mungkin harga seperti itu sangat kecil, sebagaimana menghamburkan uang dalam pembelian roko misalnya. tapi, bgmana dengan masyarakat yang membutuhkan kebutuhan yang kompleks???? cobalah sekali2 berfikir untuk mereka, bukan untuk diri sendiri kawan…!!!! Salam

    Comment by Dede Asep | May 26, 2008 | Reply

  18. @ Bung Dede
    Saya nggak terlalu mengomentari tulisan anda, karena benar, semua punya pendapat sendiri-sendiri
    Tetapi saran saya, kenapa anda tidak membuat artikel saja bung. Lewat media blog, majalah atau koran. Anda dapat mengungkapkan pikiran anda, solusi atau mungkin fakta di media tersebut. Saya yakin pikiran-pikiran anda akan lebih cepat sampai ke masyarakat.
    Daripada dengan berdemonstrasi. Isi demonstrasinya mungkin bagus, tapi yang sampai ke pikiran masyarakat paling banter ditayangkan di TV kurang dari 1 menit
    Ada beberapa tokoh juga yang menuliskan pemikirannya lewat media internet, seperti KKG di koraninternet.com, kampanye2 gubernur lewat blog. Jadi saya pikir, lebih efektif sebagai mahasiswa menyampaikan pikirannya lewat coretan.

    Comment by hamka | May 26, 2008 | Reply

  19. “buat semua yg berbeda pendapat dgn kang dede asal sunda”
    saya berangkat dari kata2 bung karno bahwa biarkan kekayaan bumi indonesia tersimpan dalam bumi hingga ada pemuda indonesia mampu mengambilnya dan dimanfaatkan masyarakat indonesia tanpa bantuan asing.
    saya hanya menambahkan apa yg dikatakan kang dede asal sunda, bahwa trik pemerintah untuk membungkam rakyat sangat jitu dimana mahasiswa dijadikan sasaran empuk setiap kesalahan.
    media disetting agar memberitakan kesalahan2 yg bersifat metodologis dari aksi mahasiswa sedang aksi damai tidak diberitakan.
    menyalurkan BLT agar masyarakat kecil bungkam dan kembali menyalahkan mahasiswa (mengadu domba mahasiswa dgn masy. penerima BLT.
    melakukan tindakan represif terhadap setiap aksi mahasiswa.
    hanya sebagian saja trik pemerintah yg dapat dipaparkan, tetapi saya berharap teman2 mahasiswa fokus pada substansi masalah yakni BBM naik dan sangat memberatkan rakyat kecil. adapun metodologis kita jalankan sesuai apa yg teman2 yakini benar baik yg bermahzab diplomasi maupun mazhab konfrontatif.
    saya yakin semua berniat baik demi kemakmuran bangsa kita
    yakin usaha sampai

    Comment by syahril samad | May 26, 2008 | Reply

  20. Memang, agak sulit kalo masih euforia demo. Iya, bagi kami. Mahasiswa punya kapasitas tertentu. Saya lebih memilih membangun bangsa ini daripada sekedar protes. Saya yakin, protes itu lebih bersifat jangka pendek kang. Silakan akan pikirkan lebih jauh.
    Permasalah utama dari kenaikan BBM adalah harga komoditas yang naik. Bagaimana kalau diterapkan suatu sistem transportasi barang menjadi lebih murah? Jika harga BBM untuk transportasi sehari-hari naik, saya rasa itu bukan masalah. Toh masih ada alternatif lain. Yang diinginkan dari masyarakat adalah tidak naiknya harga barang.
    Saya juga disini tidak mempermasalahkan yang demo. Silakan saja, itu adalah hak masing-masing, dan bukan kewajiban. :P Jujur saja, saya mulai tahu demo sejak tahun 97. Ketika saya masih SD dan berjualan Nasi Timbel di depan Ganesha (mungkin ini salah satu motivasi saya untuk memasuki Ganesha 10).
    Hampir setiap hari jumat setelah Jumatan diadakan demonstrasi menentang Orde Baru. Bahkan saat itu pun, saya ikut long-march sampai gasibu. Saat ini, saya lebih tersentuh untuk memikirkan jangka panjang bangsa ini dengan kemampuan yang diberikan oleh Allah SWT kepada saya.

    Salam,

    Comment by Wildan | May 27, 2008 | Reply

  21. wah, rame nih debatnya…
    ga mau comment banyak, cuma mau tanya ke Dede Asep (yang memulai debat ini). Kok di argumen yang nomor 17, itu cuma ditujukan ke Wildan? Untuk yang lain gimana? Mereka juga berargumen untuk bang Dede, kasian ga dianggep, hehehe.

    Comment by ade | May 27, 2008 | Reply

  22. @ Wildan
    Sangat susah bila kita tidak menginginkan naiknya barang jika BBM naik. secara tidak langsung berpengaruh. sekali lagi, barang2 produksi dipengaruhi oleh pendistribusian. distribusi memerlukan kendaraan dan kendaraan memerlukan BBM, otomatis untuk menutupinya harus dinaikkan harga barang..!!!ingat hukum ekonomi kan??? maaf, saya juga bukan anak ekonomi, sy anak kedokteran. tp insyaallah tahu sedikit2 tentang ekonomi.
    Mungkin anda sedikit terbuka untuk tidak mempermasalahkan yang demo, namun perdebatan ini kan dimulai dari , maaf, Bung Angga yang mendeskreditkan mahasiswa yang berdemo. sy sepakat dengan yang dibahasakan Bung syahril, bahwa hari ini media telah banyak memainkan peran tentang demonstrasi mahasiswa. selama saya ikut demo, kami selalu berusaha untuk tidak membuat macet kendaraan serta ramah terhadap lingkungan, namun aksi yang seperti itu nda pernah tersebar ke masyarakat (dengan alasan tidak menarik). baru2 ini misalnya, ketika kami turun dengan sekitar 1000an massa di gedung DPRD dengan berbagai organ yang terlibat, kebetulan ada aksi serang salah satu organ dengan aparat polisi, dan merekalah yang diliput. alhasil isu kami tidak sampai ke masyarakat…!!!mudah2an teman2 bisa objektif dalam melihat, jangan trjebak pada over generalisasi akibat ulah beberapa aktivis demonstran.

    @ Ade
    Hehehehe…..!!! maaf Bung Ade dan kawan2 semua, bukannya saya tidak menganggap kalian, namun sy nda bisa menjawab satu persatu, coz ntar dimarahin sama yang punya blog, kepanjangan…!! tapi, di argumen nomor 16 sy ringkas dalam sebuah narasi..!!! maaf kalau tidak terjawab semuanya.
    makasih bagi yang punya blog
    mudah2an kerinduan kita akan budaya diskusi menjadi lebih berkembang. bnyk permaslahan yang mesti kita kaji secara bersama. paling tidak mengajarkan kita bahwa dalam menilai sesuatu perlu ditinjau dari berbagai aspek (perspektif) yang berbeda. memahami kebijakan pemerintah, harus ditinjau dari sudut pemerintah, masyarakat(kaum borju, golongan menengah, dan masyarakat kelas bawah) serta metodologi penyampaian hasil advokasi….!!!!

    OK, sukses selalu n salam kenal semuanya….!!!
    yakinlah generasi kita semua nantinya yang akan melanjutkan generasi, mak bekalilah sedini mungkin dengan segudang pengalaman dan pengetahuan…!!!!
    yakin usaha sampai…

    Comment by Dede Asep | May 27, 2008 | Reply

  23. @Bung Dede
    Yang punya Blog ini ya saya…!! (nggak dianggep nih, pundung saya blok komen saudara, hehehe). Silahkan saja tanggapin punya saya, scooterboyz, dan semuanya, panjang2 juga ndak papa.

    Untuk masalah demonstrasi, saya emang anti terhadap mahasiswa yang hobi berdemo. Entah kenapa. Saya merasa apakah mereka yang berdemo itu sudah benar melaksanakan tugas mereka sebagai mahasiswa di kampus? Apakah ndak ada kerjaan lain selain demo, teriak2 di jalan itu? Apakah demo itu menunjukkan mahasiswa yang intelek? Lebih baik jika mahasiswa itu menghasilkan karya nyata yang bisa bermanfaat untuk bangsa ini, yang bisa menolong bangsa yang sedang sakit ini. Apakah saudara termasuk mahasiswa yang sudah mempunyai karya nyata untuk bangsa ini selain demonstrasi teriak2 gitu? Jika belum, saya rasa akan lebih baik jika anda dan mahasiswa yang setipe dengan anda lebih menfokuskan energi dan usaha anda untuk membuat karya nyata yang berguna untuk bangsa ini.

    Coba anda buka link ini, baca comment-comment yang ada di situ.

    Comment by Angga | May 27, 2008 | Reply

  24. wah… banyak yang protes ya….

    nurut ellen c… yang protes itu entah tahu apa g ato juga g mau tahu gimana c hubungan antara nilai jual rupiah, harga minyak dnia dan harga bbm di negara kita….

    nah gara2 ndak tahu makanya protes….

    tapi nurut aku… bbm naik itu wajar mengingat jumlah minyak bumi g naik terus tapi yang nik brum2 makin melonjak…

    solusi terbaik ialah kaya’ bapak-bapak kita yang pinter itu lho…
    1. ada yang nemuin bahan bakar dr gas buang (metana)
    2. ada yang nemuin bahan bakar dari air laut…

    nah… sebagai mahasiswa khan lebih baik gt….

    dari pada protes yang bikin macet n bensin malah habis banyak dijalan….

    ayo… kita galakkan gerakan GREEN dan 4R
    REUSE,RECYCLE,RE

    Comment by ellen - dhoetz | May 27, 2008 | Reply

  25. Semua tugas udah dibagi…Ada mahasiswa yang tugasnya berdemo…Ada mahasiswa yang tugasnya belajar…Jangan demo semualah nanti kampusnya sepi…gak ada yang belajar….

    Satu lagi….@ mas dede….Kayanya anda gak tau banyak soal ekonomi….

    negara kita itu net impor mas…..walaupun minyak mentah yang kita hasilkan itu banyak tapi yang mengelola tambang minyak itu bukan kita….tapi perusahaan asing….

    dan tau gak bagaimana perusahaan asing membebankan cost (biaya) eksplorasi minyaknya….???

    Ilustrasinya gini misalnya perusahaan itu melakukan 10 kali pengeboran dan yang berhasil cuma 2 maka cost 8 kali pengeboran dibebankan semua terhadap revenue dari 2 pengeboran…akibatnya apa???…akibatnya bagian yang diterima oleh negara kita makin sedikit.

    Perusahaan2 itu selalu berusaha menggelembungkan cost recovery pengeboran….

    Fact :
    Pada Oktober 2006, BPK mengungkapkan temuan cost recovery periode 2004 hingga semester I-2005
    atas lima kontraktor kerja sama migas.
    Hasil audit menunjukkan, terdapat potensi kerugian negara sedikitnya 1,473 miliar dollar AS atau setara
    dengan Rp 13,3 triliun…..

    Temuan tersebut antara lain mencakup biaya-biaya yang tidak berhubungan dengan operasi
    perminyakan dibebankan ke dalam cost recovery.
    Perusahaan migas mengajukan biaya depresiasi atas fasilitas yang dibangun meskipun tidak berjalan
    dengan baik dan pembebanan biaya kantor pusat tidak disertai dengan bukti-bukti yang cukup.

    Kenapa bisa begini??? Karena kita belum mampu mengolah minyak kita sendiri….
    Bagaimana biar bisa??? ya untuk mahasiswa kuliahnya yang bener jangan tidur mulu di kelas….hehehe
    kita semua generasi penentu….apakah Indonesia bisa maju ato tidak….semua tergantung pada kita semua….

    Emang sih demo itu perlu tapi Demo aja gak cukup…
    Berbuat konkrit itu lebih penting…

    Comment by manyun | May 27, 2008 | Reply

  26. Jadi intinya kita harus bisa mengelola tambang minyak kita sendiri…..gt loh….hehehe

    tapi yang lebih penting kita harus mulai mikirin alternatif energy lain….
    Itu tugas kalian sebagai mahasiswa teknik,….hehehehe

    Klo aku ndak bisa…..

    Comment by manyun | May 27, 2008 | Reply

  27. ya itulah tantangan orang demo, jangan sampai bikin rakyat terganggu..
    media emang maunya cuma berita yang bisa dijual aja..
    semangat lah semua membangun bangsa dengan caranya masing2!
    btw, yang udah mampu beli motor/mobil, jangan makan subsidi yang bukan haknya ya!:)

    rame bener ini postingan..ckckck

    Comment by dhzcorner | May 28, 2008 | Reply

  28. konkret ka2…

    Comment by amd2007 | May 29, 2008 | Reply

  29. Dede, ga usah bnyak bacot lu, klo lu bnyak omong, lu rasain nanti!

    Comment by Herman | June 21, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: