A Story About…

Just an Ordinary Person

My OHU… (Part 1)

Finally I write again…

OHU, Ya, OHU ato kepanjangannya Open House Unit ITB 2007. nih logonya
Logo OHU 2007
Kegiatan ini telah berlangsung pada tanggal 18 Agustus 2007 yang lalu, tapi saya ingin menceritakannya kembali saat ini. Saat itu, sekitar akhir Juni 2007 seseorang yang bernama Heru mengirim sms ke saya, dia minta tolong saya untuk menjadi salah satu kordinator divis dalam kepanitiaan OHU. Setelah bertemu dan bercakap-cakap beberapa saat dengan Heru, akhirnya saya menerima dengan senang hati tawaran untuk menjadi kordiv PubDok (Publikasi dan Dokumentasi). Dengan segera saya membentuk tim, tim utama maksudnya, biasanya sih ada open recruitment, tapi saya lebih suka kalo mengajak teman yang kinerjanya telah saya ketahui. Sesegera mungkin saya juga menyusun Job Description, Time Line, anggaran, dsb. Saya sangat puas dengan kinerja tim saya, mereka bekerja dengan sangat bagus dan cepat.

Tapi di tengah-tengah kepanitian berlangsung, ada sesuatu yang sangat tidak mengenakkan. Ternyata pihak kabinet KM-ITB memutuskan bahwa OHU berada di bawah pmb (penyambutan mahasiswa baru) yang dulu disebut OSKM.Begitu pula kepanitiaannya berada di bawah pmb. Saya bukan lagi kordiv, tapi hanya PJ, Heru yang dulunya adalah ketua OHU, berganti posisi menjadi kordinator OHU. hampir Semua rencana tim OHU yang udah kami susun dipatahkan, termasuk semua rencana tim saya. Padahal setahu saya kegiatan pmb itu masih belum jelas legalitasnya, masa membawahi kegiatan yang sudah sangat jelas dan sangat didukung oleh ITB. Semua panitia keliatannya terima begitu aja kita berada di bawah pmb, tapi tidak dengan saya, saya tidak mau bekerja sama dengan panitia pmb, saya tetap megarahkan tim saya untuk bekerja di OHU saja. Heru juga tidak memaksa saya untuk menuruti pmb, saya diberi hak penuh untuk mengatur divisi saya. panitia pmb juga pernah mewajibkan panitia yang angkatan 2006 untuk ikut diklat, tapi saya tidak pernah memaksa tim saya untuk diklat, bajkan saya lindungi jika ada panitia pmb yang mewajibkan. Saat itu kordiv PubDok pmb pernah menghubungi saya dan ngobrol tentang kepanitiaan ini, tapi saya tetap kukuh untuk tidak mau menuruti pmb, saya tidak mau diatur oleh pmb. Kata Heru, ada salah seorang petinggi di KM yang berkata, bila sampai tanggal 15 Juli legalitas pmb masih tidak jelas, OHU bisa independen seperti semula. Tanggal 15 Juli saya tanya ke Heru, katanya tunggu tanggal 18. Saya tunggu tanggl 18 Juli, tapi tetap tidak ada kejelasan masalah legalitas pmb. Akhirnya kesabaran saya sudah habis, saya minta kordiv PubDok pmb untuk ngobrol masalah ini, saya sih pengennya diskusi dengan Heru juga, tapi saat itu Heru lagi ada tugas SP (Semester Pendek), tapi saya tetep kukuh untuk diskusi malam itu juga (tanggal 22 Juli). Waktu saya sms, kordiv PubDok pmb minta diundur besoknya, tapi saya tetap tidak mau, saya mau hari itu juga diselesaikan. Akhirnya malam hari Ba’da Isya, saya dan beberapa teman dari tim PubDok OHU datang ke sekre KM, di situ ada kordiv PubDok pmb, ketua pmb, dan sekjen non-lap pmb. Saat itu saya ngomong baik-baik, tapi tiba-tiba ketua pmb ngomong dengan nada kasar, dan cenderung membentak. ada salah seorang teman saya yang ingin memukul ketua pmb, tapi untung saja emosinya masih bisa saya redam. Akhirnya malam itu saya beri panitia pmb ultimatum, yaitu beri saya independensi penuh ato pecat saya dari kepanitiaan. Saat saya ngomong seperti ini tiba-tiba saja ketua pmb kembali berkata dengan nada kasar, dia berkata saya seenak sendiri, padahal OHU kan juga agenda KM ITB, saya dengan santai bilang, saya tidak suka dengan KM ITB (ini sudah saya katakan kepada kordiv PubDok pmb sebelumnya). Saat itu sekjen non-lap pmb berkata mereka tidak bisa memberikan keduanya. Yah akhirnya saya putuskan untuk mundur dari pmb dan OHU. Buat apa saya jadi kordiv kalau hanya disetir, buat apa jadi kordiv kalau rencana-rencana saya tidak ada yang dilaksanakan. saat itu saya melihat kordiv pmb seperti gelisah, bukannya saya sombong, tapi saya lihat kerja tim saya lebih baik daripada kerja tim pubdok pmb, beberapa orang juga mengakuinya. Saat itu kordiv pmb berusaha untuk mencegah saya mundur, dia bilang sebentar lagi si xxx (maaf saya tidak bisa menyebut nama) mau datang, dia adalah salah seorang ptinggi di KM yang menurut saya cukup baik (saya benci KM tapi tidak membenci orang-orang di dalamnya, salah satunya orang ini), tapi saya bilang, “emang kalau dia datang akan ada perubahan? ga akan ada yang berubah dari keputusan saya”. Malam itu saya tidur di kampus, saya merasa seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Malam itu Heru juga tanya apa hasil diskusinya, saya bilang, besok aja saya katakan langsung…

Seperti apa respon Heru ketika saya katakan keputusan saya esok hari? To be Continued….đŸ˜€

November 5, 2007 - Posted by | Kampus

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: