A Story About…

Just an Ordinary Person

BBM naik, BLT jadi solusi…??

Katanya, BBM itu bersubsidi, tapi apakah BBM bersubsidi ini sudah tepat sasaran? kenyataanya, yang dapat BBM bersubsidi itu kok banyak orang ya?Termasuk orang2 kaya juga. Orang2 yang mampu membeli mobil mewah dengan velg racing, motor modif, dsb juga bisa membeli BBM bersubsidi tersebut. Hmmm, mengapa ini bisa terjadi? (sampe ada temen yang kesel nih, ada di sini, hehehe).

Akhir Mei ini pemerintah berencana untuk menaikkan harga BBM(lagi). Sudah jelas, penolakan akan terjadi di mana-mana. Penolakan terjadi dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa yang hobinya demo tanpa memberi solusi kongkrit -_-” . Kenaikan harga BBM ini pasti akan diikuti dengan kenaikan harga-harga kebutuhan lainnya, yaaahhh klasik itu mah…

Kenaikan harga BBM ini katanya dikarenakan harga minyak dunia semakin naik. Yah, kayanya itu alasan klasik. Dan menurut saya, harga minyak dunia memang tidak akan pernah turun, lha wong barangnya aja semakin langka, minyak dunia semakin hari semakin habis, dan barang yang semakin langka tentu saja akan semakin mahal, tidak mungkin barang langka harganya semakin menurun. Bisa dikatakan bohong kalau ada yang bilang harga minyak dunia akan turun. Kecuali jika orang tidak memakai minyak bumi lagi untuk bahan bakar sehari-hari, dan minyak bumi tidak dipakai oleh manusia lagi.

Dengan alasan itu, pemerintah menaikkan harga BBM, dan pemerintah menawarkan solusi berupa BLT (Bantuan Langsung Tunai) untukmasyarakat tidak mampu yang terkena dampak dari kenaikan harga BBM. Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah solusi ini efektif dan efisien? Coba tengok ke belakang ketika pertama kali BLT ini dioperasikan, apakah tepat sasaran?Masih banyak masyarakat miskin yang belum menerima bantuan, ada yang menerima bantuan hanya beberapa bulan saja. Masih ada juga BLT yang “terpotong” di jalur pendistribusiannya, entah siapa yang bertanggung jawab atas pemotongan ini.

Menurut pandangan pribadi saya, BLT ini belum menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Selain masih banyak kebocoran di sana sini, banyak yang tidak mendapatkan bantuannya, entah BPS yang salah ketika survey, atau apa yang salah saya juga belum tahu. Selain itu, dengan BLT pemerintah tidak memberikan bantuan yang sifatnya dapat membuat masyarakat menjadi mandiri, pemerintah hanya memberi “ikan” , tidak memberi “pancing” yang dapat digunakan untuk mencari ikan. Jika ikan yang diperoleh masyarakat dari pemerintah itu habis, mereka hanya menunggu ikan itu datang lagi dari pemerintah. Alangkah baiknya jika pemerintah dapat memberikan “pancing” kepada masyarakat sehingga mereka dapat mencari ikan untuk kebutuhan mereka sendiri.

Apakah sekarang solusi ini akan digunakan lagi ketika BBM naik akhir Mei nanti?Kita tunggu tanggal mainnya saja (macem kata2 pakar “palsu” telematika yang sering disebut-sebut namanya, “tunggu aksi saya”, hahaha).

Yah, ini hanya pendapat seorang manusia biasa yang juga belum bisa memberikan solusi kongkrit, hanya bisa berkoar lewat tulisan semata…

May 19, 2008 - Posted by | Corat-Coret

5 Comments »

  1. No comment….Hehehehehe

    Comment by adhin16 | May 20, 2008 | Reply

  2. no comment lagi ah………

    Comment by manyun | May 20, 2008 | Reply

  3. Saya juga g setuju dengan sistem BLT ini,apalagi soal kenaikan harga BBM( saya sendiri pengguna motor ).Yang bikin g setuju:

    1.Pemerintah terkesan buru2 dalam merumuskan solusi kenaikan BBM (mungkin presiden mo nyelametin mukanya, secara ada Pemilu 2009). la wong proses pendataan orang2 yang berhak nerima subsidi belom beres langsung maen “tancap gas” aja, ya pasti g beres lah alias bnyk “kebocoran” seperti kata blogger d atas.

    2.klo saya jadi pemerintahnya, dana subsidi yang buat BLT ini saya alihkan untuk pembuatan lapangan kerja padat karya. Biar orang2 negeri ini g pada NGEMIS minta BLT, tp kerja keras biar dapet duit. Biar aja harga BBM naik, biar orang pada sadar klo minyak itu bakalan musnah n orang g rakus klo beli kendaraan bermotor. Bayangkan saja PT.AHM(yang buat motor merk Honda) memproduksi 3000an motor per hari per pabrik dan dia sendiri punya 3 pabrik. Artinya 12000an motor perharinya, gila!!rakus amat orang!!mau dijual kemana timbunan motor sebanyak itu?

    3.Strategi jangka panjang pemerintah Indonesia untuk bidang energi, saya rasa g bener. D saat negara2 dunia lain sibuk mengembangkan teknologi recycle energy, Indonesia malah ribut ama masalah BLT, sungguh g masuk akal. Bukti lain masih ada jurusan T.perminyakan di universitas2 Indonesia(termasuk ITB). Harusnya diganti dengan jurusan alternative energy engineering or clean energy engineering ato apalah namanya.Masa depan dunia ini sekarang ditentukan oleh perkembangan teknologi energi alternatif ato clean energy

    Comment by jawax | May 21, 2008 | Reply

  4. Wah, ngga. kayanya aku kenal nih postingan kayak gini. inspired dari blogku yah? he2.

    Comment by Albaz | May 21, 2008 | Reply

  5. @adhin16 dan manyun (iki wonge podho ketoke)
    Jurus andalanmu no comment mlulu… -_-”

    @Jawax
    1. Menurut saya sih bukan terburu-buru juga, tapi salah dalam pengambilan keputusan. Lha wong BLT ini udah mulai 2005, masa ampe sekarang masih dianggap buru2?harusnya udah lebih banyak revisi dan sadar akan kesalahan yang dilakukan.

    2. Memang itu ide bagus, tapi untuk membuat sebuah program padat karya bukan hal yang mudah. Pastinya pemerintah yang baik menginginkan rakyatnya mandiri (tapi pemerintah Indonesia termasuk yang baik bukan ya..?? hehehe). Kemampuan orang2 Indonesia juga masih susah untuk menghasilkan karya, perlu dilatih terlebih dulu (dilema juga sih ini). Untuk masalah Honda, hmmmmm, nggak tau mo comment apa, saya termasuk pengguna Honda, hahaha… ^_^

    3. Ada benarnya seperti itu, tapi tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengembangkan teknologi tersebut. itu susah, tapi mungkin dilakukan (jangan bilang itu mungkin dilakukan tapi susah, hehehe). Masalah ganti jurusan, bingung juga, hehehe. Mungkin yang bisa kita lakukan sekarang adalah penghematan energi, trus cari energi alternatif selain minyak bumi. Saya yakin, suatu saat manusia tidak akan lagi menggunakan minyak bumi, hanya masalah waktunya saja, cepat atau lambat manusia harus menggunakan sumber energi selain minyak bumi.

    @albaz
    hmmmm, banyak yang memberi inspirasi tentang tulisan ini, yah bisa dibilang blogmu salah satunya, hehehe. Tapi yang mendorong saya menulis tentang ini, rame banget tuh mahasiswa yang demo2 sampe ribut2 tentang kenaikan harga BBM. Kok mahasiswa kerjaannya demo dan bikin ribut, ndak menyelesaikan masalah tuh… -_-“

    Comment by Angga | May 21, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: