A Story About…

Just an Ordinary Person

Demi Waktu

Mengapa saya menulis judul seperti itu? Karena beberapa hari ini ada masalah dengan waktu yang bikin saya agak gregetan juga. Apakah susah untuk “tepat waktu”? Apakah orang Indonesia terkenal dengan “jam karet”? Apakah hal ini sudah membudaya?

Kemarin, saya ada jadwal kuliah jam 7 pagi, saya datang ke kampus sebelum jam 7, jam 7 kurang 3 menit saya sudah berada di kelas, dan apa yang saya lihat…?? Di dalam kelas hanya ada 2 orang mahasiswa, padahal peserta kelas itu jumlahnya lebih dari 100 orang, di manakah yang lain..?? Menunggu, dan menunggu… akhirnya saya foto keadaan kelas beberapa saat kemudian, gambar di bawah ini adalah keadaan saat itu, dan di sampingnya gambar jam tangan saya (menunjukkan jam berapa saat itu). Maaf kalau gambarnya kurang jelas, maklum hanya kamera HP biasa.

Kondisi kelas jam 7.10

Kondisi kelas jam 7.08 WIB

Lihat kan? Jam 7 lebih 8 menit dari sekitar 100 mahasiswa, yang datang hanya 2 orang, plus saya jadi 3 orang. Dan ketika Bapak dosen datang, kembali saya foto keadaan kelas dan jam tangan saya (kali ini difoto tampak belakang, karena saya sudah berada di tempat duduk).

Kondisi kelas ketika Dosen datang

Kondisi kelas ketika Dosen datang

Waktu itu saya duduk di barisan belakang, jadi hampir semua mahasiswa yang ada saat itu masuk di gambar ini. Lihat kan? kira-kira hanya sekitar 30 mahasiswa yang datang, dan itu juga jam 7.23 WIB. Ada juga mahasiswa yang baru datang jam 8 lebih. Sebegitu parahnya kah orang Indonesia dalam kurangnya menghargai waktu..?? Continue reading

Advertisements

March 12, 2009 Posted by | Corat-Coret, Curhat, Kampus | , , , | 14 Comments

25 Miliar untuk Sebuah Nama Gedung di ITB

Berita tentang penggantian nama gedung 4 Labtek di ITB mungkin sudah banyak di media, salah satunya dari situs resmi ITB, bisa dibaca di sini. Namun saya baru tau kemaren, dikasih tau seorang teman waktu keliling di acara Dies Emas ITB (makasih banyak untuk yang sudah nemenin saya keliling di tengah teriknya matahari, hehehe). Dan berikut adalah gambar dari keempat gedung tersebut:

Gedung Benny Subianto, Gedung T.P.Rahmat, Gedung Yusuf Panigoro, dan Gedung Achmad Bakrie

Gedung Benny Subianto, Gedung T.P.Rahmat, Gedung Yusuf Panigoro, dan Gedung Achmad Bakrie

Untuk mencantumkan nama di keempat gedung tersebut, diperlukan 25 Milyar rupiah..!! Saya tidak habis pikir, mengapa bisa orang yang membayar 25 M tersebut bisa mematrikan namanya sebagai nama gedung di ITB (bukan yang membayar sih, tapi orang tua dari yang membayar yang namanya dipatri di situ). Apakah ini pertanda semakin komersilnya ITB? Mengapa tidak memberi nama gedung dengan nama-nama orang yang berjasa bagi ITB atau nama Pahlawan Nasional? “Gedung Soekarno” , “Gedung Mohammad Hatta”, atau yang seperti itu. Beliau ini jelas seorang Pahlawan Nasional yang besar jasanya. Bukannya saya tidak menghargai para donatur yang memberikan uang sebesar 25 M tersebut, memang benar dengan dana yang sebesar itu ITB dapat memperoleh tambahan biaya untuk riset, pendidikan, dan sebagainya yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas ITB. Tapi “apakah layak dengan 25 M tersebut nama seseorang dipatri di gedung ITB?”. Kalau dimisalkan 1 gedung itu adalah 1/20 bagian ITB, jika ada yang menyumbang 25 x 20 = 500 Milyar, apakah nanti nama ITB ganti jadi nama yang nyumbang? Atau jika ada yang nyumbang lebih kecil, misal 10 Miliar, nama sebuah Laboratorium di ITB bisa ganti nama jadi nama yang nyumbang? (kalau saya nyumbang ke Lab.Telematika ntar namanya ganti jadi nama Lab.Dian Fatra Anggita, hahaha, maaf Pak, Bu, ini admin Lab ngaco ngomongnya… :mrgreen: )

Dan yang ingin saya soroti lagi adalah dari keluarga Bakrie, mengapa 25 M tersebut tidak digunakan untuk menolong korban lumpur Lapindo, kasihan tuh nasib mereka semakin gak jelas, miris saya melihat nasib korban Lapindo (saya hanya bisa ngomong dan berdoa sih, belum bisa memberikan bantuan apa-apa kepada mereka juga). Di mana hati nurani para petinngi Lapindo ini…??

Hhhhh, karena belum bisa berbuat kongkrit untuk masalah ini, curhat aja deh di Blog ini… ๐Ÿ˜€

March 5, 2009 Posted by | Kampus | , , , , , , , , | 11 Comments

NOC Lab Telematika

Awalnya di semester akhir ini saya ingin konsen ke kuliah dan TA saja, meninggalkan dunia per-admin-an :mrgreen: . Namun oleh seorang oknum senior, saya sedikit dipaksa untuk menggantikan dia, hehehe. Jadilah ngurusin NOC di Lab.Telematika ITB.

Minggu lalu saya dan seorang admin yang lain, dapat kerjaan tambahan (baca:jadi kuli) di sini, yaitu menata kembali letak2 server yang sebelumnya acak adul gak karuan. Ada yang di atas meja, ada yang di lantai, tempatnya juga ngacak, ada yang di belakang, ada yang di tengah. Waktu mindahin ternyata cukup capek juga, angkat2 rak untuk server, mindahin meja, bersihin lantainya, dsb. Namun setelah kami berdua bekerja sama bahu membahu (ceilah) selama beberapa jam, akhirnya pekerjaan itu beres juga. Ni dia hasil nguli kami.

Rak Server NOC Lab.Telematika ITB

Rak Server NOC Lab.Telematika ITB (komputer dari kiri) : Gtw, telecom.ee , "mantan" telecom.ee , radar.ee

Setelah angkat2 beres, langsung nyalain semua komputer itu, dicek dikit kelihatannya semua servis tidak ada masalah, akhirnya dengan tenang dan capek saya pulang. Besoknya, si Bapak ketua Lab bilang,” itu server radar kok webnya gak bisa diakses?” Wah?kok bisa? Lalu setelah saya cek, ternyata servis webnya mati, dengan tenang aja saya nyalakan, saya pikir beres, eh dikomplain lagi,ย  “itu server radar kok webnya aneh gitu?gak ada apa-apanya?”. Waduh, kenapa lagi ini. Cek dan ricek, ternyata betul, yang tampil hanya test page dari Apache. Waduh, kenapa lagi ini…??kok bisa gitu?Semua website yang ada di server itu juga tampilannya sama. Diselidiki lebih lanjut, apa yang saya temukan…?? Di server radar itu diinstall 2 buah apache…!! Dan yang saya jalankan itu bukan yang biasanya dipakai, karena admin sebelumnya tidak menginformasikan apa2 kepada saya. Katanya tiba2 tu server dipindahkan dari lab Radar ke Lab Telmat, langsung taruh dan cuma dikasih tahu password root -_-“. Hhhhh, sampai sini akhirnya websitenya beres. Ada masalah lagi..?? Ternyata ada yang komplain ftp radar mati, saya cek, ternyata anonymous login yang mati, sore itu juga diberesin. Sudah selesaikah? Ternyata belum, keesokan harinya (hari Rabu) ada dosen Lab Radar yang bilang kalau beliau tidak bisa login ke webmail, lagi2 harus ngecek server yang sebenarnya bukan tanggung jawab admin Telmat -_-“. Setelah dicek, barulah beres. Dan semoga itu adalah masalah terakhir… hhhh…. Jadi bingung, admin radar yang dulu gimana ngeset ni server ya?Pada banyak yang membingungkan, tidak seperti server-server yang pernah saya pegang. Anak2 radar, ada yang mau jadi admin server itu? Silahkan hubungi saya, ntar dikasih login. Saya rada males juga ngurusinnya… :mrgreen:

Untuk server telecom.ee.itb.ac.id , aman2 saja, belum ada komplain, hehehe… ๐Ÿ˜€

March 2, 2009 Posted by | Corat-Coret, Internet, Kampus | , , , , , | 14 Comments