A Story About…

Just an Ordinary Person

Last Day

Hari ini (Jum’at 15 Mei 2009) insyaAllah menjadi hari terakhir kuliah saya di ITB (semoga, AMIN..!!). Ada yang sangat spesial di hari ini. Kuliah terakhir ditutup dengan wawancara (baca : TES LISAN), oleh sang dosen legendaris di jurusan saya. Beliau adalah Pak Herman Judawisastra, dosen mata kuliah Antena dan Propagasi Gelombang (saya ambil mata kuliah ini untuk yang kedua kalinya :mrgreen: ). Beliau sudah mengajar sangat lama, seharusnya sudah pensiun sekitar 7 tahun yang lalu, namun dedikasi beliau untuk mengajar sampai sekarang patut diacungi jempol, sekarang beliau diangkat sebagai dosen luar biasa di STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) ITB.

Sudah lama sekali tes lisan tidak diberikan oleh beliau, namun entah karena apa semester ini beliau memberi tes lisan pada tes terakhir. Awalnya saya ragu-ragu mau ikut tes lisan atau tidak, namun akhirnya saya memutuskan untuk ikut, kapan lagi bisa wawancara dengan sang dosen legendaris, hehehe. Tes lisan ini dilakukan bergilir, sekali tes untuk 3 orang mahasiswa. Waktu giliran saya masuk kelas (bersama Albaz dan Riza), mulailah ada rasa grogi. Di awal-awal tes lisan ada yang membuat kami down, berikut kutipannya:

Dosen : Materi apa yang paling anda kuasai
mahasiswa : Tentang propagasi Pak
Dosen : Sebutkan semua elemen propagasi
Mahasiswa : sssiiinngggg zzzzzzzz (senyap)
Dosen : materi yang paling anda kuasai saja anda tidak mengerti

Begitulah ketiga mahasiswa yang ada di dalam kelas saat itu ditanyain pertanyaan tentang materi yang paling dikuasai, lalu ditanya balik dan langsung senyap, jadilah kami langsung down, hehehe. Ketika semua mahasiswa yang datang saat itu (ada mahasiswa yang ga datang dan udah pasrah ato takut untuk tes lisan, hehehe, peace ah..!!) selesai melakukan tes lisan, kami sempat foto bersama sang dosen legendaris. ini skrinsutnya (sang dosen legendaris berada di tengah)

Foto bersama Dosen legendaris

Foto bersama Dosen legendaris

Continue reading

Advertisements

May 15, 2009 Posted by | Corat-Coret, Kampus | 23 Comments

Titip Absen

Beberapa waktu yang lalu saya melihat ada tempelan di papan pengumuman Lab Telmat, pengumuman ini cukup menarik perhatian saya. Berikut skrinsutnya (identitas dari yang bersangkutan sengaja disamarkan).

image0041

di pengumuman yang dibuat oleh kordas (kordinator asisten) ditulis WAJIB hadir responsi bagi yang mengikuti praktikum ini…!!

Hmmm, bahkan di responsi praktikum yang sangat penting ini ada mahasiswa yang titip absen? Mengapa tidak izin kalau emang benar-benar tidak bisa mengikuti responsi tersebut? Saya yakin kalau emang benar-benar tidak bisa mengikuti responsi dengan alasan yang masuk akal pasti kordasnya memberikan izin (tapi kalau ketahuan alasannya itu ngasal dan ngebohong, bisa lebih gawat lagi akibatnya). Untung bukan saya yang jadi kordas untuk praktikum ini, kalau saya yang jadi kordas mungkin tidak cukup dengan menulis pernyataan seperti di atas… :mrgreen:

Maaf untuk yang merasa melakukan perbuatan itu, saya cuma ingin mengatakan tolong hargai para asisten yang susah payah menyiapkan praktikum, terutama kordinator asisten. Menjadi kordinator asisten itu tidak mudah, banyak yang harus disiapkan dengan matang, berkorban banyak sekali, tapi dengan adanya praktikan yang tidak serius, sangat wajar kalau mereka merasa kurang dihargai. Mungkin kalian mengira saya ini sok2an, sombong, galak, dan sebagainya (waktu jadi kordas dulu keknya terpilih jadi asisten tergalak :D), terserah kalian mau bilang apa, nanti jika kalian merasakan jadi asisten atau kordinator asisten (terutama praktikum yang harus memulainya dari NOL seperti praktikum di atas), kalian akan merasakan bagaimana susahnya. (ceritanya curhat nih, hehehe…)

May 4, 2009 Posted by | agak serius, Corat-Coret, Curhat, Kampus | 24 Comments

Di Mana Intelektualitas Mahasiswa..??

Pagi ini ada yang cukup menarik perhatian saya ketika akan kuliah. Yaitu tulisan yang sangat besar, namun tulisan ini berada pada DINDING dari salah satu gedung kuliah, kebetulan pagi ini saya kuliah di gedung tersebut. Berikut skrinsutnya:

220420091638

1

Jadi? Di mana Intelektualitas mahasiswa jika mereka melakukan hal seperti ini? Di mana intelektualitas mahasiswa jika masih saja melakukan kekerasan?

April 22, 2009 Posted by | agak serius, Corat-Coret, Curhat, Kampus | , , , , | 14 Comments

Basement Labtek VIII di-blacklist

Basement Labtek VIII ITB kena blacklist? Ama siapa ato apa? Jawabannya adalah kena blacklist oleh lift, nih skrinsutnya, tombol untuk menuju ke basement di-isolasi hitam (bahasa Jawanya kalo gak salah “Lakban”, bener gak ya?).

Basement kena blacklist lift

Basement kena blacklist lift

Kenapa basement terkena blacklist? Karena lift ini sering kali bermasalah jika menuju ke basement, kadang pintunya gak mau terbuka, kadang mau terbuka tapi agak maksa (suaranya aneh), dan kadang suka “park” kalau abis dari basement. Yang salah bukan basement ataupun orang-orang di basement, tapi lift itu yang emang agak kurang beres… πŸ˜€ . Semoga aja cepat segera ditangani oleh pihak yang bertanggung jawab atas sarana prasarana Labtek VIII ini.

April 4, 2009 Posted by | Corat-Coret, iseng-iseng, Kampus, Santai | , , , | 9 Comments

Demi Waktu

Mengapa saya menulis judul seperti itu? Karena beberapa hari ini ada masalah dengan waktu yang bikin saya agak gregetan juga. Apakah susah untuk “tepat waktu”? Apakah orang Indonesia terkenal dengan “jam karet”? Apakah hal ini sudah membudaya?

Kemarin, saya ada jadwal kuliah jam 7 pagi, saya datang ke kampus sebelum jam 7, jam 7 kurang 3 menit saya sudah berada di kelas, dan apa yang saya lihat…?? Di dalam kelas hanya ada 2 orang mahasiswa, padahal peserta kelas itu jumlahnya lebih dari 100 orang, di manakah yang lain..?? Menunggu, dan menunggu… akhirnya saya foto keadaan kelas beberapa saat kemudian, gambar di bawah ini adalah keadaan saat itu, dan di sampingnya gambar jam tangan saya (menunjukkan jam berapa saat itu). Maaf kalau gambarnya kurang jelas, maklum hanya kamera HP biasa.

Kondisi kelas jam 7.10

Kondisi kelas jam 7.08 WIB

Lihat kan? Jam 7 lebih 8 menit dari sekitar 100 mahasiswa, yang datang hanya 2 orang, plus saya jadi 3 orang. Dan ketika Bapak dosen datang, kembali saya foto keadaan kelas dan jam tangan saya (kali ini difoto tampak belakang, karena saya sudah berada di tempat duduk).

Kondisi kelas ketika Dosen datang

Kondisi kelas ketika Dosen datang

Waktu itu saya duduk di barisan belakang, jadi hampir semua mahasiswa yang ada saat itu masuk di gambar ini. Lihat kan? kira-kira hanya sekitar 30 mahasiswa yang datang, dan itu juga jam 7.23 WIB. Ada juga mahasiswa yang baru datang jam 8 lebih. Sebegitu parahnya kah orang Indonesia dalam kurangnya menghargai waktu..?? Continue reading

March 12, 2009 Posted by | Corat-Coret, Curhat, Kampus | , , , | 14 Comments

25 Miliar untuk Sebuah Nama Gedung di ITB

Berita tentang penggantian nama gedung 4 Labtek di ITB mungkin sudah banyak di media, salah satunya dari situs resmi ITB, bisa dibaca di sini. Namun saya baru tau kemaren, dikasih tau seorang teman waktu keliling di acara Dies Emas ITB (makasih banyak untuk yang sudah nemenin saya keliling di tengah teriknya matahari, hehehe). Dan berikut adalah gambar dari keempat gedung tersebut:

Gedung Benny Subianto, Gedung T.P.Rahmat, Gedung Yusuf Panigoro, dan Gedung Achmad Bakrie

Gedung Benny Subianto, Gedung T.P.Rahmat, Gedung Yusuf Panigoro, dan Gedung Achmad Bakrie

Untuk mencantumkan nama di keempat gedung tersebut, diperlukan 25 Milyar rupiah..!! Saya tidak habis pikir, mengapa bisa orang yang membayar 25 M tersebut bisa mematrikan namanya sebagai nama gedung di ITB (bukan yang membayar sih, tapi orang tua dari yang membayar yang namanya dipatri di situ). Apakah ini pertanda semakin komersilnya ITB? Mengapa tidak memberi nama gedung dengan nama-nama orang yang berjasa bagi ITB atau nama Pahlawan Nasional? “Gedung Soekarno” , “Gedung Mohammad Hatta”, atau yang seperti itu. Beliau ini jelas seorang Pahlawan Nasional yang besar jasanya. Bukannya saya tidak menghargai para donatur yang memberikan uang sebesar 25 M tersebut, memang benar dengan dana yang sebesar itu ITB dapat memperoleh tambahan biaya untuk riset, pendidikan, dan sebagainya yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas ITB. Tapi “apakah layak dengan 25 M tersebut nama seseorang dipatri di gedung ITB?”. Kalau dimisalkan 1 gedung itu adalah 1/20 bagian ITB, jika ada yang menyumbang 25 x 20 = 500 Milyar, apakah nanti nama ITB ganti jadi nama yang nyumbang? Atau jika ada yang nyumbang lebih kecil, misal 10 Miliar, nama sebuah Laboratorium di ITB bisa ganti nama jadi nama yang nyumbang? (kalau saya nyumbang ke Lab.Telematika ntar namanya ganti jadi nama Lab.Dian Fatra Anggita, hahaha, maaf Pak, Bu, ini admin Lab ngaco ngomongnya… :mrgreen: )

Dan yang ingin saya soroti lagi adalah dari keluarga Bakrie, mengapa 25 M tersebut tidak digunakan untuk menolong korban lumpur Lapindo, kasihan tuh nasib mereka semakin gak jelas, miris saya melihat nasib korban Lapindo (saya hanya bisa ngomong dan berdoa sih, belum bisa memberikan bantuan apa-apa kepada mereka juga). Di mana hati nurani para petinngi Lapindo ini…??

Hhhhh, karena belum bisa berbuat kongkrit untuk masalah ini, curhat aja deh di Blog ini… πŸ˜€

March 5, 2009 Posted by | Kampus | , , , , , , , , | 11 Comments

NOC Lab Telematika

Awalnya di semester akhir ini saya ingin konsen ke kuliah dan TA saja, meninggalkan dunia per-admin-an :mrgreen: . Namun oleh seorang oknum senior, saya sedikit dipaksa untuk menggantikan dia, hehehe. Jadilah ngurusin NOC di Lab.Telematika ITB.

Minggu lalu saya dan seorang admin yang lain, dapat kerjaan tambahan (baca:jadi kuli) di sini, yaitu menata kembali letak2 server yang sebelumnya acak adul gak karuan. Ada yang di atas meja, ada yang di lantai, tempatnya juga ngacak, ada yang di belakang, ada yang di tengah. Waktu mindahin ternyata cukup capek juga, angkat2 rak untuk server, mindahin meja, bersihin lantainya, dsb. Namun setelah kami berdua bekerja sama bahu membahu (ceilah) selama beberapa jam, akhirnya pekerjaan itu beres juga. Ni dia hasil nguli kami.

Rak Server NOC Lab.Telematika ITB

Rak Server NOC Lab.Telematika ITB (komputer dari kiri) : Gtw, telecom.ee , "mantan" telecom.ee , radar.ee

Setelah angkat2 beres, langsung nyalain semua komputer itu, dicek dikit kelihatannya semua servis tidak ada masalah, akhirnya dengan tenang dan capek saya pulang. Besoknya, si Bapak ketua Lab bilang,” itu server radar kok webnya gak bisa diakses?” Wah?kok bisa? Lalu setelah saya cek, ternyata servis webnya mati, dengan tenang aja saya nyalakan, saya pikir beres, eh dikomplain lagi,Β  “itu server radar kok webnya aneh gitu?gak ada apa-apanya?”. Waduh, kenapa lagi ini. Cek dan ricek, ternyata betul, yang tampil hanya test page dari Apache. Waduh, kenapa lagi ini…??kok bisa gitu?Semua website yang ada di server itu juga tampilannya sama. Diselidiki lebih lanjut, apa yang saya temukan…?? Di server radar itu diinstall 2 buah apache…!! Dan yang saya jalankan itu bukan yang biasanya dipakai, karena admin sebelumnya tidak menginformasikan apa2 kepada saya. Katanya tiba2 tu server dipindahkan dari lab Radar ke Lab Telmat, langsung taruh dan cuma dikasih tahu password root -_-“. Hhhhh, sampai sini akhirnya websitenya beres. Ada masalah lagi..?? Ternyata ada yang komplain ftp radar mati, saya cek, ternyata anonymous login yang mati, sore itu juga diberesin. Sudah selesaikah? Ternyata belum, keesokan harinya (hari Rabu) ada dosen Lab Radar yang bilang kalau beliau tidak bisa login ke webmail, lagi2 harus ngecek server yang sebenarnya bukan tanggung jawab admin Telmat -_-“. Setelah dicek, barulah beres. Dan semoga itu adalah masalah terakhir… hhhh…. Jadi bingung, admin radar yang dulu gimana ngeset ni server ya?Pada banyak yang membingungkan, tidak seperti server-server yang pernah saya pegang. Anak2 radar, ada yang mau jadi admin server itu? Silahkan hubungi saya, ntar dikasih login. Saya rada males juga ngurusinnya… :mrgreen:

Untuk server telecom.ee.itb.ac.id , aman2 saja, belum ada komplain, hehehe… πŸ˜€

March 2, 2009 Posted by | Corat-Coret, Internet, Kampus | , , , , , | 14 Comments

WordPress-2.7 dan WordPress-2.6

Beberapa hari yang lalu, pagi2 banget saya terima sms dari dosen pembimbing TA saya, tapi isinya tidak berkaitan dengan TA sama sekali, hehe. Isinya beliau meminta saya untuk menonaktifkan website KK Teknik Telekomunikasi ITB yang sekarang sudah jadi jurusan. Beliau meminta saya untuk menonaktifkan website tersebut karena ada peraturan baru tentang website dari STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) ITB. Untuk lebih jelasnya saya disuruh menemui salah seorang staf TU Lab Telmat. Setelah menemui staf TU tersebut, bukannya ngerti, malah bingung dengan apa yang dijelaskan -_- (orang TU itu sendiri juga bingung, hehe). Tapi setelah ngobrol dengan ketua Lab.Telmat , diputuskan untuk mengganti website tersebut. Intinya ada beberapa isi dari website lama yang akan dicantumkan di website STEI, dan tidak boleh dicantumkan di web KK. Karena yang membuat website yang lama adalah dosen pembimbing TA saya yang sangat sibuk sekali, jadi beliau tidak sempat untuk mengeditnya. Karena saya gak ngerti tentang web akhirnya diputuskan untuk memasang WordPress untuk website itu, dengan themes Inharmonia Progressio (Themes web ITB yang baru).

website KK Teknik Telekomunikasi lama

website KK Teknik Telekomunikasi lama

Continue reading

February 20, 2009 Posted by | Corat-Coret, Kampus | , , | 1 Comment

Bandung 19 Oktober

Hmmm, macem judul lagu nih judul postingan, cuman bertepatan aja dengan tanggal postingan ini, hehehe…

Ada apa dengan Bandung di tanggal 19 Oktober? Sepertinya tidak ada yang spesial, emang bener tidak ada yang spesial di hari ini. Cuma hari ini adalah hari menuju minggu yang berat bagi saya dan kebanyakan mahasiswa ITB, MENGAPA…?? Karena minggu depan adalah minggu UTS dimana kita dihadapkan dengan ujian dari berbagai macam mata kuliah. Scary river…!! (Ngeri Kali..!! :D)

Dari jadwal mata kuliah yang saya ambil, berikut yang terjadi di minggu ini:

  • Senin : UTS Metedologi AMDAL dan test Organisasi&Manajemen Perusahaan Industri (test ni maksudnya kuis ato UTS kurang ngerti)
  • Rabu : UTS Regulasi dan Kebijakan Telekomunikasi
  • Jum’at : UTS Rekayasa Perangkat Lunak, Kuis Antena&Propagasi Gelombang, UTS Sistem Komunikasi Multimedia (Hadoooohhh, ni hari yang bikin modar beneran…!!!)

Mata kuliah yang lain saya belum tau jadwalnya…

Hayuk, semangat menghadapi minggu ini…!!! Ganbatte…!!! Demi dia yang 3 semester telah meninggalkan saya, I Miss You very much , Walau lelah kucoba tuk menggapai hatimu… :p (Seurieus mode ON, hahaha)

October 19, 2008 Posted by | Kampus | 2 Comments

ARC @Pangalengan

Hari Kamis, 14 Agustus 2008 kemaren, ARC ITB pergi ke Pangalengan. Ngapain..?? meres susu sapi..?? hooo, bukan! Para kru ARC pergi ke sana untuk rekreasi, senang-senang, santai-santai,Β  πŸ˜€ . Acara ini sebenarnya menjadi agenda tahunan, namun terakhir kali acara ini diadakan sudah lama sekali, hampir 2 tahun yang lalu, dan alhamdulillah kemaren bisa terlaksana kembali.

Persiapan di kampus

Persiapan di kampus

Ada 31 orang yang ikut rekreasi ini, kita berangkat dari kampus sekitar jam 8 pagi dengan naik 2 buah bus ITB. Perjalanan ke Pangalengan ditempuh dalam waktu sekitar 2-3 jam. Di dalam perjalanan, orang di dalam bus bisa dengan tiba2 “terbang” karena shockbreaker (bener gak tulisannya?) bus ini parah..!! berkali-kali saya dan beberapa teman yang duduk di belakan terutama “terbang” di dalam bus, untung kepala gak sampai menyentuh atap, bisa benjol… πŸ˜€ Continue reading

August 20, 2008 Posted by | Corat-Coret, Kampus | 2 Comments