A Story About…

Just an Ordinary Person

Background Google Foto Saya

Yeah, Google mengadopsi foto saya untuk menjadi backgroundnya, hahaha.. Tapi semua orang juga bisa upload foto masing-masing untuk dijadikan background di Google.

Ceritanya begini, pagi ini ketika saya membuka google, ada yang berubah dari tampilannya. Backgroundnya ada gambarnya, dan gambar itu ternyata bisa kita ganti.

Tampilan awal ketika saya buka Google

Ganti background Google

Di sini saya coba pake foto saya sendiri, dan taraaaaa… Foto saya menjadi background di Google, lucu juga :mrgreen:

Google dengan background foto saya

Advertisements

June 10, 2010 Posted by | Corat-Coret, Internet, iseng-iseng | , , , | 21 Comments

Beauty of Mathematics !!!!!!!

Dapet dari milis, mau berbagi saja, semoga bermanfaat 🙂

Beauty of Mathematics !!!!!!!

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Brilliant, isn’t it?
And look at this symmetry:

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

Now, take a look at this…
101%
From a strictly mathematical viewpoint:
What Equals 100%?
What does it mean to give MORE than 100%?
Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?
We have all been in situations where someone wants you to
GIVE OVER 100%.
How about ACHIEVING 101%?
What equals 100% in life?
Here’s a little mathematical formula that might help
answer these questions:
If:
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Is represented as:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
If:
H-A-R-D-W-O- R- K
8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%
and:
K-N-O-W-L-E- D-G-E
11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%
But:
A-T-T-I-T-U- D-E
1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%
THEN, look how far the love of God will take you:
L-O-V-E-O-F- G-O-D
12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%
Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:
While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will
get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!

It’s up to you if you share this with your friends & loved ones just
the way I did.
Jadi untuk menjadi yang teratas, raihlah cinta dari Tuhan, raihlah cinta dari Allah SWT, raihlah ridhoNYA. Semoga saya dan anda semua dapat selalu dibimbing untuk meraih cinta Allah SWT, Amin!

April 27, 2010 Posted by | agak serius, Corat-Coret | , , , | 5 Comments

Kerusuhan Batam

Kerusuhan Tanjung Uncang

Tanggal 22 April kemarin terjadi kerusuhan di kota tempat saya mengadu nasib saat ini, di Batam. Tepatnya di daerah Tanjung Uncang. Kerusuhan tersebut terjadi di PT Drydocks World Graha Batam, salah satu perusahaan galangan kapal yang ada di Batam (di Batam sendiri ada banyak sekali perusahaan galangan kapal).

Menurut berita yang saya peroleh, kerusuhan tersebut diawali ketika salah seorang manager yang berasal dari India menyebut semua orang Indonesia bodoh. Karena yang dibilang bodoh adalah orang Indonesia (tidak menunjuk kepada salah satu karyawan saja), sehingga semua karyawan di perusahaan tersebut merasa dihina, harga diri bangsa diinjak injak, tersulutlah emosi pegawai pribumi di perusahaan tersebut dan timbul kerusuhan.

Gedung-gedung dibakar, mobil yang berjumlah lebih dari 20  juga dibakar, WNA yang menghina tersebut juga dikejar kejar massa. Situasi sangat mencekam karena pegawai pribumi di perusahaan tersebut jumlahnya sangat banyak. Para WNA yang bekerja di perusahaan tersebut akhirnya dievakuasi ke Mapolda Kepri, Poltabes Barelang, dan kabarnya ada yang dievakuasi melalui jalur laut (ini entah ke Singapore atau ke mana saya belum dapat beritanya).

Menurut saya, tidak seharusnya WNA tersebut menghina dengan menyebut “Semua orang Indonesia bodoh” jika ia ingin menegur satu orang karyawan. Karena kata-kata yang ia lontarkan mengatasnamakan semua orang Indonesia, tentu saja semua karyawan di situ akan merasa terhina karena memang mereka orang Indonesia. Tetapi perlu diusut lebih lanjut lagi, apakah memang benar yang diucapkan itu “semua orang Indonesia” ataukah hanya tertuju kepada salah satu karyawan, kemudian ada yang menghasut karyawan lainnya.

WNA yang bekerja di Indonesia seharusnya juga lebih memahami budaya kerja di Indonesia agar situasi kerja lebih kondusif. Sebaliknya juga jika ada WNI yang bekerja di luar negeri, sudah seharusnya ia memahami budaya kerja di tempat ia bekerja. Di mana bumi diinjak, di situ  langit dijunjung. 😀

Masih segar dalam ingatan kita kerusuhan yang terjadi di daerah Priok Jakarta, terjadi lagi kerusuhan di Batam. Semoga saja tidak terjadi kerusuhan kerusuhan lain di negeri ini. Mari ciptakan suasana yang tentram dan damai di negeri Indonesia tercinta. 🙂

April 23, 2010 Posted by | Corat-Coret | , | 4 Comments

Penipuan Tarif Parkir

Kemarin saya pergi ke salah satu tempat makan yang ada di Bandung, dan di situ seperti biasa motor saya parkir di sekitar tempat itu, tepatnya di depan tempat makan tersebut. Waktu saya mau pulang, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri (tukang parkir tanpa seragam ceritanya), lalu yaaa seperti tukang parkir gitu, tiba-tiba ngatur, lalu saya kasih dia uang 500 rupiah,tapi apa yang terjadi? orang tersebut tidak terima dan meminta 1000 rupiah, singkat cerita terjadi percakapan antara saya dan orang tersebut. (TP = Tukang Parkir)

Saya : Lho Pak, di mana-mana parkir motor itu 500 rupiah.
TP : Wah, udah gak jaman mas 500, sekarang 1000.
Saya : di perda itu malah 300 lho untuk motor
TP : ini di karcis saya 1000 rupiah (sambil nunjukin karcis)
Saya : (agak emosi), lho tadi saya parkir di sini gak dikasih karcis (langsung saya ambil karcis dari tangan si Bapak).

Karena males berdebat lebih lama akhirnya saya kasih 1000 untuk parkir. Yang menarik lagi, di karcis itu memang tertulis 1000 rupiah untuk roda 2 (motor) untuk 1x parkir maksimal 1 jam. Tertulis juga sesuai dengan PERDA NO. 14 TAHUN 2001.Berikut gambarnya

Karcis Parkir

Karcis Parkir

Kemudian saya cari di internet apakah benar tarif itu sesuai dengan perda. Saya dapat sumbernya di sini.
di situ tertulis dengan jelas bahwa untuk sepeda motor tarifnya 300 rupiah untuk 1x parkir maksimal 2 jam.

Perda NO 14 tahun 2001

Perda NO 14 tahun 2001

Nah lhooooooo, penipuan telah dilakukan dengan jelas oleh tukang parkir tersebut. buktinya pun sangat jelas.

Bukan masalah uang 1000-nya sih, kalau memang tukang parkir itu kerja dengan benar, mengatur waktu saya datang ke tempat itu, terus saya dikasih tiket, mungkin saya kasih 1000 juga gapapa, tapi waktu datang dia ga ngapa-ngapain, waktu pulang tiba-tiba minta tarif parkir, itu namanya kerja gak serius, mau enaknya aja…

berhati hatilah, penipuan terjadi di mana saja, WASPADALAH, WASPADALAH…!!! :mrgreen:

October 5, 2009 Posted by | agak serius, Corat-Coret, Curhat | , , , | 12 Comments

Bahasa mana ini?

Beberapa waktu yang lalu ada email masuk di inbox saya yang berasal dari salah satu situs, isinya cukup menggelikan, tepatnya bahasa yang digunakan. berikut adalah skrinsutnya

pekok

Coba perhatikan yang saya lingkari warna merah, adakah yang aneh? Belajar bahasa di mana ini ya? :mrgreen:

August 14, 2009 Posted by | Corat-Coret, iseng-iseng | , , , | 3 Comments

Lamaranmu Kutolak

Dapet dari milis sebelah, cukup menarik.. 🙂

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.
Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk
melanjutkannya menuju khitbah.

Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang
perempuan.
Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru
pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang
sekarang amatlah berbeda.

Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka
menggenapkan agamanya.

Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang
lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’
sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.
“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya
sambil menunjuk si perempuan.
“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.
“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak
bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model
seperti itu!” balas sang setengah baya.
Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal
sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”
“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku
takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.
Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya,
keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang
lelaki muda. Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”

“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.
“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di
Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.
“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama
istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo
rumahku ini kan?”
“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak
yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”
“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok
mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”
“Kamu lulusan mana?”
“Saya lulusan Fakultas Ekonomi UNPAD Pak. UNPAD itu salah satu kampus
terbaik di Indonesia lho Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM
ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”
“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya
saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”
“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik
anak-anakmu kelak?”
Continue reading

August 14, 2009 Posted by | Corat-Coret, iseng-iseng | , | 6 Comments

Last Day

Hari ini (Jum’at 15 Mei 2009) insyaAllah menjadi hari terakhir kuliah saya di ITB (semoga, AMIN..!!). Ada yang sangat spesial di hari ini. Kuliah terakhir ditutup dengan wawancara (baca : TES LISAN), oleh sang dosen legendaris di jurusan saya. Beliau adalah Pak Herman Judawisastra, dosen mata kuliah Antena dan Propagasi Gelombang (saya ambil mata kuliah ini untuk yang kedua kalinya :mrgreen: ). Beliau sudah mengajar sangat lama, seharusnya sudah pensiun sekitar 7 tahun yang lalu, namun dedikasi beliau untuk mengajar sampai sekarang patut diacungi jempol, sekarang beliau diangkat sebagai dosen luar biasa di STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) ITB.

Sudah lama sekali tes lisan tidak diberikan oleh beliau, namun entah karena apa semester ini beliau memberi tes lisan pada tes terakhir. Awalnya saya ragu-ragu mau ikut tes lisan atau tidak, namun akhirnya saya memutuskan untuk ikut, kapan lagi bisa wawancara dengan sang dosen legendaris, hehehe. Tes lisan ini dilakukan bergilir, sekali tes untuk 3 orang mahasiswa. Waktu giliran saya masuk kelas (bersama Albaz dan Riza), mulailah ada rasa grogi. Di awal-awal tes lisan ada yang membuat kami down, berikut kutipannya:

Dosen : Materi apa yang paling anda kuasai
mahasiswa : Tentang propagasi Pak
Dosen : Sebutkan semua elemen propagasi
Mahasiswa : sssiiinngggg zzzzzzzz (senyap)
Dosen : materi yang paling anda kuasai saja anda tidak mengerti

Begitulah ketiga mahasiswa yang ada di dalam kelas saat itu ditanyain pertanyaan tentang materi yang paling dikuasai, lalu ditanya balik dan langsung senyap, jadilah kami langsung down, hehehe. Ketika semua mahasiswa yang datang saat itu (ada mahasiswa yang ga datang dan udah pasrah ato takut untuk tes lisan, hehehe, peace ah..!!) selesai melakukan tes lisan, kami sempat foto bersama sang dosen legendaris. ini skrinsutnya (sang dosen legendaris berada di tengah)

Foto bersama Dosen legendaris

Foto bersama Dosen legendaris

Continue reading

May 15, 2009 Posted by | Corat-Coret, Kampus | 23 Comments

Titip Absen

Beberapa waktu yang lalu saya melihat ada tempelan di papan pengumuman Lab Telmat, pengumuman ini cukup menarik perhatian saya. Berikut skrinsutnya (identitas dari yang bersangkutan sengaja disamarkan).

image0041

di pengumuman yang dibuat oleh kordas (kordinator asisten) ditulis WAJIB hadir responsi bagi yang mengikuti praktikum ini…!!

Hmmm, bahkan di responsi praktikum yang sangat penting ini ada mahasiswa yang titip absen? Mengapa tidak izin kalau emang benar-benar tidak bisa mengikuti responsi tersebut? Saya yakin kalau emang benar-benar tidak bisa mengikuti responsi dengan alasan yang masuk akal pasti kordasnya memberikan izin (tapi kalau ketahuan alasannya itu ngasal dan ngebohong, bisa lebih gawat lagi akibatnya). Untung bukan saya yang jadi kordas untuk praktikum ini, kalau saya yang jadi kordas mungkin tidak cukup dengan menulis pernyataan seperti di atas… :mrgreen:

Maaf untuk yang merasa melakukan perbuatan itu, saya cuma ingin mengatakan tolong hargai para asisten yang susah payah menyiapkan praktikum, terutama kordinator asisten. Menjadi kordinator asisten itu tidak mudah, banyak yang harus disiapkan dengan matang, berkorban banyak sekali, tapi dengan adanya praktikan yang tidak serius, sangat wajar kalau mereka merasa kurang dihargai. Mungkin kalian mengira saya ini sok2an, sombong, galak, dan sebagainya (waktu jadi kordas dulu keknya terpilih jadi asisten tergalak :D), terserah kalian mau bilang apa, nanti jika kalian merasakan jadi asisten atau kordinator asisten (terutama praktikum yang harus memulainya dari NOL seperti praktikum di atas), kalian akan merasakan bagaimana susahnya. (ceritanya curhat nih, hehehe…)

May 4, 2009 Posted by | agak serius, Corat-Coret, Curhat, Kampus | 24 Comments

Berapa Tarif Parkir Sepeda Motor???

Saya bingung dengan tarif parkir motor yang ada di pinggir jalan, di warung warung, di superparket, dsb. Jika dikasih 500 rupiah diterima, dikasih 1000 rupiah tidak dikasih kembalian (padahal di tempat yang sama), jadi yang benar berapa tarif parkir ini…?? Ada yang tau..?? Kalau dikasih 5000 rupiah dikembalikan berapa ya? atau tidak dikasih kembalian juga..?? -_-

May 4, 2009 Posted by | Corat-Coret, Curhat | , , | 4 Comments

Di Mana Intelektualitas Mahasiswa..??

Pagi ini ada yang cukup menarik perhatian saya ketika akan kuliah. Yaitu tulisan yang sangat besar, namun tulisan ini berada pada DINDING dari salah satu gedung kuliah, kebetulan pagi ini saya kuliah di gedung tersebut. Berikut skrinsutnya:

220420091638

1

Jadi? Di mana Intelektualitas mahasiswa jika mereka melakukan hal seperti ini? Di mana intelektualitas mahasiswa jika masih saja melakukan kekerasan?

April 22, 2009 Posted by | agak serius, Corat-Coret, Curhat, Kampus | , , , , | 14 Comments